Sama-sama Terjun di Dunia Politik, Begini Pendapat Putra Surya Paloh Soal Politik Dinasti

Pasalnya, kata Prananda Surya Paloh, ada beberapa kondisi di mana politik dinasti itu bisa dilakukan.

Sama-sama Terjun di Dunia Politik, Begini Pendapat Putra Surya Paloh Soal Politik Dinasti
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Politisi muda, Prananda Surya Paloh, saat menghadiri seminar kepemudaan di UINSA, Rabu (24/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Politisi muda, Prananda Surya Paloh, mengaku tak sepenuhnya menolak adanya Politik Dinasti.

Politik Dinasti diartikan sebagai sebuah kekuasaan politik yang dijalankan sekelompok orang yang masih terkait dalam hubungan keluarga.

Menurut Prananda Surya Paloh, Politik Dinasti itu tidak selalu dinilai buruk.

Pasalnya, kata Prananda Surya Paloh, ada beberapa kondisi di mana politik dinasti itu bisa dilakukan.

"Kalau memang bicara politik dinasti ya saya memang sebagai anak dari Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Tapi yang ingin saya tekankan tidak semua politik dinasti itu buruk, apa baiknulya juga," kata Prananda Surya Paloh, Rabu (24/10/2018).

Prananda Surya Paloh dan Emil Dardak Dorong Kawula Muda Jatim Sambut Revolusi Industri 4.0

Anggota Komisi I DPR RI ini mengatakan, ada sejumlah negara yang menganut paham politik dinasti.

Ia menyontohkan negara India ada Nehru-Gandhi yang juga memimpin India secara turun temurun dalam satu keluarga.

"Di sana ada positif dan negatifnya. Namun tergantung dia bisa memberikan apa untuk negara dan bangsanya," kata pria yang juga nyaleg DPR RI di Sumut Dapil 1 itu.

Lebih lanjut, Prananda Surya Paloh mengatakan, keputusannya untuk terjun ke dunia politik mengikuti jejak sang ayah, bukan karena ada alasan khusus.

Ia mengaku memutuskan berpolitik di usia yang sangat muda lantaran merasa sudah mendapatkan banyak dari negeri ini. 

Didominasi Arema FC dan Persebaya Surabaya, Berikut Susunan Tim Terbaik Liga 1 2018 Pekan ke-26

"Negeri ini sudah berikan luar biasa baik pada saya dan keluarga. Ini adalah bentuk sumbangsih saya pada negara," katanya.

Sebagai politisi muda, ia mengatakan anak muda tidak boleh apatis terhadap politik.

Sebab menurutnya posisi anak muda saat itu sangat strategis.

"Mengapa anak muda apolitik? Karena pendidikan politik yang salah dan merekabtahunya hanya praktek politisi yang tidak mencerminkan politisi yang baik. Padahal nggak semua politisi buruk dan kita harus berikan pendidikan politik yang benar," pungkasnya.

Temukan Pelanggaran, Bawaslu Kabupaten Malang Imbau Caleg Tak Pasang APK di Pohon Jalanan

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved