Empat Pengedar Sabu-sabu Jaringan Madiun-Madura Ditangkap Polres Tulungagung

Empat terduga pengedar sabu-sabu jaringan Madiun - Madura ditangkap anggota Satreskoba Polres Tulungagung, Jumat (26/10/2018) lalu.

Empat Pengedar Sabu-sabu Jaringan Madiun-Madura Ditangkap Polres Tulungagung
david yohanes/surya
Empat pengedar sabu-sabu jaringan Madiun-Madura. 

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Empat terduga pengedar sabu-sabu jaringan Madiun - Madura ditangkap anggota Satreskoba Polres Tulungagung, Jumat (26/10/2018) lalu. Dari para terduga pelaku disita 17,5 gram sabu-sabu.

Empat orang yang ditangkap adalah Mujianto (44) alias Benjot warga Desa Tunggulsari, Kecamatan Kedungwaru, Wishwa (41) warga Desa/Kecamatan Plandi, Kabupaten Jombang, Noviandy Setyadilaksono (26) dan Tri Wibowo (26) warga Desa Kampung Baru, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Mereka telah ditetapkan sebagai tersangka pengedar narkotika berbentuk kristal ini.

Polisi juga menemukan tujuh butir pil Alganax-1 Alprazolam (1mg), uang hasil penjualan sabu Rp 900.000, enam buah telepon genggam, enam klip plastik bekas bungkus sabu, dua buah pipet kaca, sebuah timbangan digital, bong dan sepeda motor Honda Vario AG5254 EG.

Mc Gregor Kalah Dari Khabib di UFC 229, Pelatihnya Terang-terangan Ngaku Salah Terapkan Strategi

"Awalnya yang ditangkap adalah Mj (Mujianto) dan Ww (Wishwa) di sebuah rumah kos di Kelurahan Bago pukul 21.00 WIB. Keduanya baru saja mengonsumsi sabu-sabu," Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar pada TribunJatim.com, Selasa (30/10/2018).

Ketika itu polisi menemukan tiga poket sabu-sabu sebesar 1,84 gram. Awalnya total sabu yang dimiliki keduanya sebanyak 8 gram. Dari pemeriksaan diketahui sabu-sabu ini didapat dari seseorang berinisial M, yang diduga ada di dalam Lapas.

M mempunyai utang kepada Mujianto sebesar Rp 10 juta. Ia sanggup membayar utang itu bukan dengan uang melainkan dengan sabu-sabu. Lewat sambungan telepon Mujianto sepakat dengan pembayaran itu.

"Mereka kenal karena sama-sama pernah masuk Lapas Madiun. Termasuk Ww yang tinggal di Jombang," tambah Tofik pada TribunJatim.com.

Dinskes Jatim Akan Panggil Pimpinan RS Dr Soetomo, Soal Dugaan Kasus Pelecehan

Wiswha kemudian diperintah Mujianto untuk berangkat ke Madura, mengambil sabu-sabu yang dijanjikan M, pada Kamis (25/10/2018). Usai mendapat 8 gram sabu-sabu sebagai pembayar utang, Wiswha menuju rumah Mujianto.

Mujianto sempat membagi sabu-sabu itu menjadi delapan poket, masing-masing berisi satu gram. Empat poket di antaranya sudah dijual seharga Rp 5.000.000. Uang hasil penjualan itu digunakan bayar utang dan masih sisa Rp 900.000.

"Satu poket di antaranya kemudian mereka konsumsi sendiri. Saat itulah polisi menangkap mereka," ujar Tofik.

Update Terbaru Pencarian Korban Pesawat Lion Air JT 610, 26 Kantong Jenazah Diserahkan ke DVI Polri

Dari telepon genggam Mujianto, polisi berhasil menghubungi M. Bahkan polisi bisa meyakinkan M untuk mengirimkan sabu-sabu. Sekitar pukul 23.30 datanglah Noviandy dan Tri untuk mengantarkan sabu-sabu sebesar 15,7 gram.

Keduanya ditangkap di depan sebuah hotel tidak jauh dari Mapolres Tulungagung bersama narkotika yang dibawanya. Empat tersangka masih menjalani proses hukum. Dari catatan kepolisian, Mujianto dan Wiswha merupakan residivis perkara sabu-sabu.

"Mj (Mujianto) ini pernah dipenjara selama lima tahun, dan bebas tahun 2017. Dia menjalani hukuman di Lapas Madiun bersama Ww (Wiswha)," pungkas Sumaji. (David Yohanes/TribunJatim.com)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved