Dekan Fakultas Teknologi Elektro ITS : Teknologi Semua Oke, Terpenting Sikap Mahasiswa

Dekan Fakultas Teknologi Elektro (FTE) ITS Surabaya, Dr Tri Arief Sardjono ST MT menjelaskan, selain kompetensi TIK, mahasiswa juga harus tetap menjun

Dekan Fakultas Teknologi Elektro ITS : Teknologi Semua Oke, Terpenting Sikap Mahasiswa
Surya/samsul Arifin
Dekan Fakultas Teknik Elektro ITS, Dr Tri Arief Sardjono saat terima merchandise oleh HR Director PT Huawei Tech Investment, Ir Dani K. Ristandi MBA, Rabu, (31/10/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PR Manager of Public Affairs and Communcation PT Huawei Tech Invesment, Panji Pratama, menjelaskan bahwa Huawei juga menyediakan program sertifikasi dalam kerangka Huawei Information Network Academy (HAINA) yang bertujuan agar mahasiswa memiliki kompetensi lebih untuk dapat dikembangkan lebih lanjut.

Huawei memandang kemampuan dasar TIK seperti halnya networking sangat dibutuhkan oleh perusahaan.

“Dikarenakan pada era ini seluruh lembaga, instansi dan perusahaan nonteknologi pun sudah membutuhkan tenaga ahli di bidang tersebut,” tukasnya, Rabu, (31/10/2018).

Pada kesempatan tersebut, Huawei juga memperkenalkan kepada para mahasiswa tentang ICT Competition setingkat mahasiswa S1.

Kompetisi ini akan menarik dua tim untuk setiap perguruan tinggi dengan peserta enam mahasiswa dan dua pembimbing, yang kemudian akan dilombakan pada tingkat nasional.

Program Smartgen 2018, Huawei Gandeng ITS Kembangkan Kompetensi TIK

Setingkat di atasnya, ICT Competition akan berlanjut di tingkat regional, kemudian di tingkat internasional.

Dengan kompetisi ini, diharap semangat mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di bidang TIK semakin terpacu, sehingga akan lebih siap menghadapi segala kemungkinan di dunia kerja nantinya.

Program lain sebagai wujud pemberdayaan manusia ialah Seeds for Future, di mana akan diambil 10 orang terbaik untuk diberangkatkan ke perusahaan Huawei pusat.

Dalam program ini, mereka akan belajar teknologi terkini di Lab Huawei, Tiongkok selama dua minggu. Program ini akan terus dilanjutkan pada periode berikutnya, mengingat tahun ini adalah tahun ke-6 pelaksanaan program ini.

Bagikan 200 Buku di Magetan, Prabowo Minta Masyarakat Teladani Gubernur yang Dibunuh Pasukan Pro PKI

Potensi kompetensi mahasiswa di bidang TIK sangatlah tinggi. Oleh karenanya, program ini merupakan wadah yang bagus bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuannya.

"Dengan adanya program ini, diharapkan perbedaan kualifikasi perusahaan dengan tenaga kerja akademis semakin kecil,” tutur Dani.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Elektro (FTE) ITS Surabaya, Dr Tri Arief Sardjono ST MT menjelaskan, selain kompetensi TIK, mahasiswa juga harus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai perilaku dan sikap. Sebab, poin penting ini tidak dapat dipelajari di manapun.

“Teknologi bagaimana pun yang dihasilkan, semua oke. Namun, yang tetap penting adalah sikap mahasiswa dalam menjalani kesemuanya,” tandasnya.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved