Hadapi Natal & Tahun Baru, Polda Jatim Survei Kelayakan Jalan Sarangan-Cemoroswu Magetan Pakai Moge

Menghadapi Natal dan Tahun Baru, Polda Jatim survei kelayakan Jalan Sarangan-Cemoroswu Magetan menggunakan Moge.

Hadapi Natal & Tahun Baru, Polda Jatim Survei Kelayakan Jalan Sarangan-Cemoroswu Magetan Pakai Moge
TRIBUNJATIM/DONI PRASETYO
Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Heri Wahono dan jajarannya saat survei kelayakan jalan tol dan arteri di wilayah Mojosemi, Cemorosewu, Magetan perbatasan Cemorokandang, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (1/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sebanyak 33 personil dari Ditlantas Polda Jatim dengan menunggang motor gede (moge) konvoi memeriksa Jalan Tol dan Arteri di wilayahnya hingga Mojosemi, Cemorosewu, Magetan, yang berbatasan dengan Cemorokandang, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (1/11/2018).

Survei jalan ini dipimpin langsung Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Heri Wahono. Mereka menyusuri jalan tol dan arteri dan menyempatkan diri melihat Jalan Mojosemi yang akhir akhir ini sering terjadi Kecelakaan Lalu Lintas dan menelan sejumlah korban.

"Kegiatan ini kami lakukan menghadapi Natal dan tahun Baru, seperti tahun sebelumnya yang kami lakukan menjelang Idul Fitri kemarin," kata Kombes Pol Heri Wahono didampingi Wadirlantas Polda Jatim AKBP Muhammad Aldian, kepada Surya (TribunJatim Network), di tikungan Mojosemi, Plaosan, Magetan, Kamis (1/11/2018).

Selain melihat sejumlah titik rawan kecelakaan, Polda Jatim juga melihat kelayakan jalan tol maupun arteri di sepanjang jalur jalan provinsi dan arteri.

"Kami survei jalan dimana jalan yang akan dilalui masyarakat untuk mudik dan balik sudah layak dilewati. Kalau belum layak, kami usulkan kepada pihak terkait yang menangani jalan," jelasnya.

Selama sidak jalan, di sepanjang perjalanan yang dilalui konvoi moge personil Polda Jatim ini, langsung menjadi perhatian warga masyarakat.

Terkait jalur jalur jalan Sarangan-Cemorosewu, Heri Wahyono menyebut bahwa jalur tersebut merupakan jalur jalan wisata dan jalur alternatif yang sekarang banyak dilewati pengguna jalan yang akan melintas ke Jawa Tengah maupun sebaliknya.

"Jalur jalan Sarangan - Cemorosewu ini juga harus kita survey, jangan sampai terjadi hal hal yang tidak kita inginkan. Karena jalur jalan Sarangan - Cemorosewu ini seperti yang kita tahu merupakan jalur rawan, karena itu perlu terapi terapi khusus," tegasnya.

jalur di jalan Sarangan-Cemorosewu, selain kelayakan jalan, perlu penambahan rambu rambu, dan pengaman jalan seperti guardrail (pagar pengaman) disejumlah tikungan rawan yang sering terjadi Laka Lantas.

"Selain kita terapi penambahan rabu, dan papan himbauan juga pagar pengaman disejumlah titik rawan antara Sarangan - Cemorosewu. Kalau dimungkinan kita usulkan pemasangan roller barrier atau Safety Roller, alat pengaman berfungsi mengubah energi kejut menjadi energi rotasi, untuk mencegah terjadinya kecelakaan fatal," imbuhnya.

Sekadar diketahui, di sepanjang jalur jalan Sarangan-Cemorosewu, selain kurang rambu rambu, juga papan himbauan, di jalar jalan sepanjang kurang lebih tujuh kilometer ini.

Jika malam hari sangat gelap kurang lampu penerangan jalan. Ini lantaran penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya sebanyak 45 unit bantuan Pemerintah Provinsi tidak berfungsi, karena aki sebagai penyimpan listrik, hampir seluruhnya hilang. (Doni Prasetyo)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved