Rumah Politik Jatim

Kata Pengamat Soal Pernyataan 'Tampang Boyolali' Prabowo Subianto

Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat Sosiologi Politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Novri Susan, Minggu (4/11/2018).

Kata Pengamat Soal Pernyataan 'Tampang Boyolali' Prabowo Subianto
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT THORIK
Prabowo Subianto saat menyapa warga Ponorogo, Kamis (1/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Meskipun calon presiden Prabowo Subianto membuat blunder terkait "Tampang Boyolali" di Boyolali, Jawa Tengah, namun dampak yang dibuat ternyata bisa menyebar bahkan seluruh nasional.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat Sosiologi Politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Novri Susan, Minggu (4/11/2018).

Kepada TribunJatim.com ia menjelaskan, konteks pernyataan "Tampang Boyolali" saat ini dalam konteks marketing kampanye bisa disebut micro impact.

"Jadi dampak mikro atau kasus kecil atau di satu wilayah kecil bukan kejadian nasional itu, bisa menjadi atau berdampak secara nasional atau lebih besar," ujar Novri Susan.

Ia menambahkan, micro impact bisa diakibatkan karena kekuatan dari sosial media disertai masyarakat digital yang sebaran informasinya tidak bisa dibendung.

Mantan Ajudan Ungkap Detik-detik Wafatnya Bu Tien, Celetukan Soeharto Saat Mancing Jadi Firasat

Bos Toko Sembako di Malang Dibunuh Seusai Dirampok, Semasa Hidup Sering Abaikan Peringatan Warga

Apalagi, diperparah dengan netizen yang tidak mendukung Prabowo.

"Sehingga dikemas dalam bentuk yang lebih tajam, walau konteksnya mungkin dari yang saya tangkap, Prabowo pada waktu itu mungkin ingin bercanda dan mengakrabkan melalui satir politik, dengan mengatakan bahwa kemajuan ekonomi tidak dibarengi dengan keadilan ekonomi, Namun candaan yang dilakukan oleh Prabowo dalam konteks masyarkart digital ternyata kontra produktif, dan bisa menciptakan sifat negatif untuk image dari Prabowo," imbuhnya.

Bahkan, Novri menambahkan, akibat dari guyonan yang coba dilontarkan tersebut, malah seolah-olah ada rasis politik yang kemudian terus digoreng dan dikembangkan oleh pihak yang kontra kepada Prabowo.

"Ini yang perlu diwaspadai oleh tim pemenangan Prabowo - Sandi, bagaimana cara memulihkan itu semua," pungkasnya.

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved