Dua Pelaku Penganiayaan Teman Sekolah di Bojonegoro Diamankan

Petugas Satreskrim Polres Bojonegoro telah mengamankan dua pelajar SMK Swasta, yang melakukan penganiayaan teman satu sekolahnya.

Dua Pelaku Penganiayaan Teman Sekolah di Bojonegoro Diamankan
istimewa
Ilustrasi penganiayaan

TRIBUNJATIM.COM, BOJONEGORO - Petugas Satreskrim Polres Bojonegoro telah mengamankan dua pelajar SMK Swasta, yang melakukan penganiayaan teman satu sekolahnya.

Kedua pelaku tersebut berinisial DF (17), pelajar asal Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro dan ZR (18), pelajar asal Soko, Kabupaten Tuban.

Sedangkan korbannya adalah DS (16), pelajar asal Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli mengatakan, kedua pelajar yang melakukan penganiayaan terhadap teman satu sekolah sudah diamankan.

"Dua pelaku penganiayaan yang masih pelajar kita amankan kemarin. Namun, untuk DF tidak dilakukan penahanan karena di bawah umur," ujar Kapolres saat ungkap kasus, Senin (5/11/2018).

Kapolres menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat kedua pelaku dengan korban terjadi kesalah-pahaman di sekolah, Jumat (02/11/2018), sekitar pukul 09.30 WIB.

Nissa Sabyan Histeris Saat Diberi Gitar Unik dan Langka oleh sang Paman, Ternyata Segini Harganya

Saat korban berada di kamar mandi sekolah, seorang pelaku melakukan pemukulan dengan tangan kosong kepada korban, sehingga kepala korban membentur tembok kamar mandi yang mengkibatkan pelipis korban di bagian kanan terluka hingga berdarah.

Pelaku lainnya juga menendang korban dengan kaki kanan dan mengenai pada bagian dada. Kejadian yang divideokan oleh teman lainnya itu menjadi viral karena tersebar melalui pesan WhatsApp.

Pengamat Sebut Suara PAN Bakal Anjlok Jika Amien Rais Tetap Dorong Anaknya Gantikan Taufik Kurniawan

"Keluarga korban melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Polres Bojonegoro. Saat ini para pihak sedang melakukan upaya diversi atau mediasi atau ADR (Alternative Dispute Resolution) atau penyelesaian masalah melalui jalur di luar pengadilan," pungkas perwira menengah tersebut.

Atas perbuatannya, kedua pelaku diancam melanggar Pasal 80 ayat (2) UU RI Nomor 17 tahun 2016, tentang Penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2016, tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002, tentang Perlindungan Anak menjadi Undang Undang dan atau Pasal 170 KUHP.(nok/TribunJatim.com)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved