Kubu Jokowi Anggap Janji Prabowo Tak Impor Apapun Tidak Realistis

Kubu Joko Widodo (Jokowi)- Ma'ruf Amin, meminta agar Prabowo Subianto lebih realistis dalam berkampanye.

Kubu Jokowi Anggap Janji Prabowo Tak Impor Apapun Tidak Realistis
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT THORIK
Prabowo Subianto saat menyapa warga Ponorogo, Kamis (1/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM - Kubu Joko Widodo (Jokowi)- Ma'ruf Amin, meminta agar Prabowo Subianto lebih realistis dalam berkampanye.

Itu seperti yang disampaikan oleh Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'uf Amin, Ace Hasan Syadzily.

Hal itu disampaikan Ace menanggapi janji Prabowo deklarasi dukungan Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandiaga (Koppasandi) di Lapangan GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11/2018).

"Menurut saya harus realistis, terhadap apa yang diucapkannya. Saya ambil contoh yang sederhana saja ya. Masyarakat Indonesia ini kan kecenderungannya sekarang ini sudah banyak mie instan, sumber dari mie instan itu apa sih, kan itu gandum," kata Ace melalui pesan singkat, Senin (5/11/2018).

"Gandum itu tumbuh enggak di indonesia? Pasti kebutuhan gandum impor dari luar negeri. Apakah kita mau meminta supaya rakyat Indonesia supaya tak makan mie instan atau menyediakan mie instan tapi memproduksinya dengan gandum, yang pasti akan impor juga," lanjut dia.

Kasus Pembunuhan Bos Toko Sembako di Malang, Warga Ungkap Kecurigaan pada Sosok Perokok ini

Menurut Ace, swasembada pangan bisa menjadi janji kampanye tetapi harus tetap realistis.

Ia mengatakan, impor yang dilakukan pemerintah selama ini juga tidak sembarangan dan hanya dilakukan untuk menjaga kestabilan harga. "Kerap kali kita dihadapkan pada situasi di mana sulit misalnya kita untuk tidak melakukan impor karena cuaca el nino sehingga produksi kita jadi turun. Sehingga memungkinkan bagi terjadinya ketidaktersediaan stok pangan," kata Ace.

"Jadi ya mau enggak mau supaya terjadi stabilitas harga, maka ya kita harus melakukan impor. Jadi apa yang dilakukan pemerintah itu saya kira juga memiliki argumen tertentu sehingga dia harus melakukan impor," lanjut dia.

Prabowo sebelumnya menerima dukungan dari Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandiaga (Koppasandi) di Lapangan GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11/2018).

Banyak hal yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya yang disampaikan hampir satu jam itu. Dalam pidatonya, Prabowo bercerita tentang kondisi petani beras di Klaten yang tidak bisa menjual padi ketika panen tiba. Alasannya, karena pemerintah telah mengimpor beras dari luar yang harganya lebih murah dari petani. Hal yang sama juga terjadi pada petani tebu. Menurut dia, ini merupakan suatu ironi.

Sebab, kata Prabowo, Indonesia memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya.

Oleh karena itu, dia berjanji untuk tidak melakukan impor jika menjadi presiden. Prabowo mengatakan, ingin memenuhi semua kebutuhan warga negara Indonesia dari sumber daya dalam negeri.

"Saya bersaksi di sini kalau insya Allah saya menerima amanah rakyat Indonesia. Saya akan bikin Indonesia berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita tidak akan impor apa-apa Saudara-saudara sekalian!" ujar Prabowo.

"Kita harus dan kita mampu swasembada pangan! Mampu! Kita juga harus dan mampu swasembada energi, swasembada bahan bakar," lanjut dia.

Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved