Pesawat Lion Air Jatuh

Paparkan Hasil Investigasi, KNKT Sebut Badan Pesawat Lion Air Diduga Hancur Saat Sentuh Air Laut

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono hari ini memaparkan hasil investigasi terbaru dan masih bersifat sementara terkait jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP.

Paparkan Hasil Investigasi, KNKT Sebut Badan Pesawat Lion Air Diduga Hancur Saat Sentuh Air Laut
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono (tengah), mengumumkan hasil investigasi penyebab kecelakaan pesawat AirAsia QZ 8501 di Jakarta Pusat, Selasa (1/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM - Hasil investigasi terbaru terkait jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP, dilapirkan jika badan pesawat diduga pecah dan hancur di dalam air.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono hari ini memaparkan hasil investigasi terbaru dan masih bersifat sementara terkait jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP.

Dalam laporannya, Soerjanto menyebutkan badan pesawat Lion Air diduga tidak pecah di udara, tapi pecah dan hancur ketika menabrak permukaan air laut di perairan Karawang, jawa Barat.

Tak Temukan Gigi dari 105 Kantong Jenazah, Tim DVI Sulit Identifikasi Korban Lion Air PK-LQP

"Dari serpihan, ini dalam bentuk kecil dan di sekitar area tidak terlalu luas. Ini menandakan pesawat menyentuh permukan air dengan kecepatan tinggi, energi yg dilepas sangat luar biasa," Soerjanto saat memberikan penjelas ke keluarga korban di Ibis Hotel Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).

Soerjanto memaparkan, serpihan itu tersebar di permukaan air laut seluas sekira 250 meter x 250 meter.

"Menandakam titik impact-nya ada di situ. Kalau pecah di udara, serpihannya akan lebih melebar," jelas.

Selain itu, dugaan itu didukung oleh laporan saksi yang menyebutkan ada sebuah benda yang masuk ke air laut.

Menangis Dengar Curhatan Keluarga Korban Lion Air JT 610, Kepala Basarnas: Kami Bukan Manusia Super

"Laporan dari yang kita wawancara yaitu tug boat yang berjarak 1 nautical mile atau 1,8 kilometer, mereka melihat ada sesuatu yang masuk ke dalam air. Setelah itu kapal tongkang itu melepas tug boat dan melihat ada serpihan yang sekarang kita temukan pada radius tidak lebih dari 500 meter," jelas dia.

Soerjanto menyatakan pesawat jatuh dalam kondisi hidup ketika bersentuhan dengan air. Hal ini berdasarkan mesin pesawat yang berhasil diangkat dari dasar laut.

"Dari mesin ini, kita bisa ambil kondisi saat menhantam air, kondisi mesin dalam keadaan hidup. Ditandai dengan hilangnya struktur turbin dan kompresor, jadi hidup dengan putaran cukup tinggi," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved