Dewanti Rumpoko Ingin Kota Batu Terapkan Sistem Pertanian Seperti di Fukushima Jepang

Itu dikatakan setelah Dewanti Rumpoko didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan juga stafnya, mengunjungi Pemerintah Fukushima, Jepang.

Dewanti Rumpoko Ingin Kota Batu Terapkan Sistem Pertanian Seperti di Fukushima Jepang
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, bersama tim Kota Batu saat berkunjung ke Pasar Grosir di Fukushima Jepang, beberapa hari lalu. 

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, mengungkapkan jika dirinya ingin menerapkan sistem pertanian seperti yang dilakukan para petani yang ada di Fukushima, Jepang.

Itu dikatakan setelah Dewanti Rumpoko didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan juga stafnya, mengunjungi Pemerintah Fukushima, Jepang, belum lama ini.

Selama di sana, Dewanti banyak belajar tentang berbagai macam hal, satu di antaranya ialah tentang pertanian.

Ia menyatakan kalau pertanian di Fukushima sangat tertata dengan baik, bahkan setiap petani mendapatkan pendampingan sampai masa panen.

Kota Malang Raih Penghargaan Bidang Keamanan Pangan, Begini Kata Sutiaji Soal Daerahnya

"Dalam artian petani di sana itu siap menjual hasil panennya tidak melalui tengkulak, tetapi mandiri. Dan mereka benar-benar didampingi mulai dari masa tanam sampai masa panen," kata Dewanti, Senin (5/11/2018).

Menurut Dewanti, Kota Batu masih perlu banyak hal yang harus dibenahi terkait sistem pertanian.

Ia juga menilai jika banyaknya tengkulak yang membuat pertanian di Kota Batu masih lemah.

Syafiuddin Asmoro Pindah ke PKB, Fraksi Gerindra DPRD Jatim Lakukan PAW

"Di Fukushima itu untuk pertanian memang difokuskan di sini. Dan terintegrasi dengan baik. Mulai teknologinya, manajemennya, ilmunya. Nah setelah belajar ini, tidak lama lagi kami akan seperti itu setelah mempelajari. Apalagi datarannya juga tidak jauh beda dengan Kota Batu," ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian, Sugeng Pramono menambahkan, yang menonjol tentang pertanian di Jepang itu selain sayur juga ada apel. 

"Di sana itu pengelolaan tidak menggunakan tenaga manusia, semua menggunakan teknologi. Berbeda dengan di Batu. Bahkan di sana area pertanian itu berada satu blok khusus," kata Sugeng.

Menurutnya memang tidak jauh berbeda dengan di Kota Batu, di mana sentra pertanian apel berada di Kecamatan Bumiaji, terutama di Desa Bumiaji, Desa Sumberbrantas, Desa Tulungrejo.

5 Hari Penerapan Perda Baru No 3 Perparkiran, Dishub Kota Surabaya Sudah Derek 11 Mobil

Tidak hanya itu, Kota Batu juga memiliki 511 petani, sehingga bisa mewujudkan sistem pertanian yang terintegrasi.

Dengan begini, pihaknya memaksimalkan pertanian di Kota Batu, khususnya untuk apel dengan mempertahankan luas lahan apel serta mengembangkan sistem penjualan.

"Karena di sana itu menggunakan penjualan online, sehingga dikenal dari seluruh masyarakat dunia. Kita bisa seperti itu, dengan mengembangkan sistem smart farmer," pungkasnya. 

RUU Pesantren di Gresik Diharap Tak Sampai Dimanfaatkan Oknum Tak Bertanggung Jawab

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved