Pakde Karwo Ungkap Faktor Terpilihnya Jatim Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Pers Nasional 2019

Soekarwo mengungkapkan Jatim merupakan satu provinsi yang sejarah kewartawanannya sangat kuat.

Pakde Karwo Ungkap Faktor Terpilihnya Jatim Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Pers Nasional 2019
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Gubernur Jatim, Soekarwo usai menghadiri talk show dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019 dan launching tema serta maskot HPN 2019, di Hotel Mercure Grand Mirama, Jalan Darmo, Surabaya, Selasa (6/11/2018) malam. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jatim, Soekarwo mengungkapkan Jatim merupakan satu provinsi yang sejarah kewartawanannya sangat kuat dan banyak produk-produk kewartawanan yang ditulis sebagai rujukan dalam penelitian dan observasi.

Hal tersebut diungkapkan Pakde Karwo, sapaan akrab Soekarwo, saat menjadi pembicara di 'Talk show dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2019 dan launching tema serta maskot HPN 2019', di Hotel Mercure Grand Mirama, Jalan Darmo, Surabaya, Selasa (6/11/2018) malam.

Pakde Karwo juga menilai, Jatim bisa terpilih menjadi tuan rumah HPN 2019 karena wartawannya selalu menulis berita berdasarkan data yang valid yang kemudian diolah menjadi sebuah informasi.

Ketua KPU Jatim Optimistis 80 Persen Partisipasi Masyarakat yang Ditargetkan Pakde Karwo Tercapai

"Tradisinya itu tidak sekadar isu yang diolah menjadi berita, tapi data yang dianalisis menjadi informasi. Makanya kalau ada wartawan yang menggagas isu menjadi berita itu cenderung mengecil dan akan dikoreksi oleh wartawan lain," kata Pakde Karwo.

Selain itu, lanjut Pakde Karwo, wartawan mempunyai nilai kepahlawanan karena berita yang diinformasikan tersebut menjadi bagian pendidikan kepada masyarakat luas.

"Nah basis yang yang sudah bagus ini sangat penting bagi Jatim saat Jatim harus bertarung dan berjuang untuk masyarakat kecil yang memproduksi barang-barang tapi tidak bisa memasarkan karena ada yang gaptek," lanjut Pakde Karwo.

Pimpin Rakor Keamanan Pemilu 2019, Pakde Karwo Sebut Kunci Kondusivitas Ada di Silaturahmi

Untuk itu, Pakde Karwo juga mengajak wartawan bersama pemerintah untuk menjadi relawan dalam usaha mendorong produksi dan pemasaran industri kecil serta UMKM.

Orang nomor satu di Jatim ini juga mengungkapkan, bahan baku dari produk-produk UMKM di Jatim didapat dari Jatim sendiri atau tidak impor, karena mayoritas produk tersebut berbahan baku dari hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan produk agro yang lain.

"Sehingga saat krisis seperti ini, tidak seperti saudara kita di Jabar yang 90 persen bahan bakunya impor. Kalau Jatim bahan bakunya ada di sekitar kita," lanjut Pakde Karwo.

Latihan Perdana Persebaya usai Jamu Persija, Djanur Absen, David da Silva Mulai Bergabung

VIDEO: Hadiri Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-38, Pakde Karwo Cicipi Makanan Olahan Ibu-ibu PKK

Untuk pemasarannya sendiri, saat ini Pakde Karwo mengatakan sebesar 66 persen produk agro industri Jatim sudah masuk market place.

"Tahun lalu kita surplus 1,5 miliar dolar dengan ASEAN, hanya kalah dengan Thailand karena kita impor bahan makanan ternak, tapi kalau dengan provinsi lain kita juga surplus, karena 20,70 persen barang beredar di Indonesia itu dari Jatim," ujar Pakde Karwo.

Selain itu industri di Jatim juga berkontribusi sebesar 21 persen terhadap industri nasional.

Sepeda Listrik Migo Masih Disalahgunakan oleh Pengguna di Bawah Umur di Surabaya

"Jadi jiwa pejuang dan petarung sejak 10 November sampai sekarang masih dimiliki oleh masyarakat Jatim yang bekerja sama dengan wartawan untuk memenangkan pertarungan ekonomi ini, dan semangat itu terus berkobar," pungkasnya.

Dalam acara tersebut, dilaunching juga maskot dari HPN 2019 yaitu burung Elang Jawa dan Tema HPN 2019 yaitu "Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital”.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved