Santri Ponpes Lirboyo Kota Kediri yang Lumpuh Pasca Imunisasi Dapat Berobat Gratis

Wildan (12) santri Ponpes Lirboyo, Kota Kediri yang mengalami kelumpuhan setelah disuntik imunisasi akhirnya mendapatkan biaya pengobatan gratis

Santri Ponpes Lirboyo Kota Kediri yang Lumpuh Pasca Imunisasi Dapat Berobat Gratis
(Surya/Didik Mashudi)
Suyanto (kanan) orangtua Wildan saat bertemu dengan Kadinkes Kota Kediri dr Fauzan Adima, Rabu (7/11/2018). 

 TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Wildan (12) santri Ponpes Lirboyo, Kota Kediri  yang mengalami kelumpuhan setelah disuntik imunisasi akhirnya mendapatkan biaya pengobatan gratis selama dirawat di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Dinas Kesehatan Kota Kediri telah mengirimkan surat kepada Direktur RSSA Malang.

"Kami sudah koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Jatim yang memiliki RSSA untuk membebaskan biaya pengobatannya," ungkap dr Fauzan Adima, Kepala Dinkes Kota Kediri kepada tribunjatim, Rabu (7/11/2018).

Dijelaskan dr Fauzan, injeksi pengobatan GBS tergolong mahal dan tidak ditanggung oleh BPJS.

"Setelah kami berkoordinasi Dinas Kesehatan Provinsi bersedia membebaskan biaya pengobatannya. Sehingga masalahnya sudah klir," tambahnya.

Ramai Kabar Maria Ozawa Diperiksa di Bali, Pihak Imigrasi Denpasar Beberkan Kronologi Pemeriksaan

Sebenarnya Dinas Kesehatan Kota Kediri sudah ada rencana menyampaikan permasalahan ini kepada orangtua Wildan. Hanya saja belum sempat disampaikan, orangtua Wildan sudah keburu mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Kota Kediri untuk meminta pertanggungjawaban.

"Sebenarnya kami sudah menindaklanjuti begitu mendapat laporan hari Jumat (2/11/2018). Saya langsung mengecek ke puskesmas dan koordinasi dengan RSUD dr Iskak Tulungagung dan RSSA," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Malahan sudah ada rencana untuk menyampaikan solusi yang dialami Wildan kepada orangtuanya. Hanya saja masih belum sempat, keburu orangtuanya mendatangi Kantor Dinkes Kota Kediri.

Dinkes Kota Kediri kata dr Fauzan telah membentuk tim investigasi yang saat ini masih terus bekerja. Termasuk melakukan koordinasi dengan pihak RSUD dr Iskak Tulungagung dan RS Saiful Anwar.

Pasutri Spesialis Pembobol Rumah Kosong di Pasuruan Ditangkap, Beraksi Pakai Mobil dan Rusak Gembok

"Sudah ada gambaran anaknya menderita GBS. Penyakit ini tidak ada hubungannya dengan imunisasi, karena GBS merupakan penyakit auto imun," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Namun karena kejadiannya dua hari setelah menjalani imunisasi, maka dikatagorikan termasuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Karena pengobatannya mahal kami menawarkan solusinya biaya perawatannya.

Suyanto orangtua Wildan mengaku sangat bersyukur biaya pengobatan anaknya telah digratiskan.

"Kami bersyukur sudah ada solusi. Semula kami shock setelah diberitahu biaya pengobatan anak saya sampai Rp 120 juta," ungkap warga Desa Sumberejo Kulon, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

Sementara Drs Apip Permana, Kabag Humas Pemkot Kediri menjelaskan, pihak pemkot juga memberikan bantuan untuk keluarga Wildan. Wujudnya berupa biaya penunggu pasien yang ditanggung Pemkot Kediri sebesar Rp 125.000 per hari.

Malahan pasca kejadian yang dialami Wildan juga telah dilakukan rapat bersama Dinas Kesehatan Kota Kediri dan Dinas Kesehatan Pemprov Jatim di Balai Kota Kediri.

"Pada rapat itu Pak Wali juga menyampaikan proses pelayanan kesehatan harus diutamakan. Siapapun yang berobat meski bukan ber KTP Kota Kediri kalau ingin berobat harus segera ditindaklanjuti," jelasnya.(dim/TribunJatim.com)

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved