Sering Didatangi Wartawan Abal-abal, Kades dan Kasek di Tulunggaung Diharapkan Berani Melawan

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulungagung, M Imron Danu, mereka sebenarnya hanya mengaku sebagai wartawan.

Sering Didatangi Wartawan Abal-abal, Kades dan Kasek di Tulunggaung Diharapkan Berani Melawan
Surya/David Yohanes
Polisi menunjukkan kartu pers milik Abdur Rohman, pelaku pemerasan juragan sapi. 

 TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Banyak oknum mengaku wartawan datang ke sekolah dengan cara menakut-nakuti.

Ujung-ujungnya mereka minta uang, agar sekolah itu tidak diberitakan miring.

Menurut Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tulungagung, M Imron Danu, mereka sebenarnya hanya mengaku sebagai wartawan.

"Sebelumnya mereka menyasar kantor desa, tujuannya minta uang saku ke kepala desa atau perangkat desa," terang Imron kepada TribunJatim.com.

Sebagai gambaran, di Tulungagung ada 271 desa dan kelurahan.

Banyak Orang Mengaku Wartawan Mengintimidasi Sekolah di Tulungagung, Ujungnya Minta Duit

Jika dalam satu hari mereka mendatangi empat kantor desa, dan setiap kantor desa mendapat uang saku Rp 25 juta, maka dalam satu hari dapat Rp 100.000.

"Misalnya lima hari kerja, dalam satu bulan dapatnya Rp 2.000.000," tambah Imron kepada TribunJatim.com.

Namun seiring perjalanan waktu, bukan hanya desa yang didatangi.

Namun juga sekolah-sekolah. Salah satu alasannya karena ada dana BOS, dan sekolah lebih mudah diintimidasi.

"Pada akhirnya ada modus bodrek yang menawarkan diri menjadi backing sekolah. Mereka berani menjamin, tidak ada wartawan yang berani kritis ke sekolah itu," tambah Imron.

Imron berharap para kelapa sekolah maupun perangkat desa berani melawan.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol M. Iqbal : Penyebab Kebakaran RS Bhayangkara Ada Kesalahan SOP

Jangan sampai memberi uang, karena sekali diberi mereka akan rutin datang kembali minta uang.

Jika diberikatan miring tanpa fakta, bisa disengketakan ke dewan pers.

"Dewan pers akan memberi pertimbangan, mereka termasuk pers atau bukan. Kalau bukan, maka masuknya ke pidana," tandas Imron. (David Yohanes/TribunJatim.com)

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved