Batik Kabupaten Blitar Buatan Difabel Dipamerkan di JCC

membatik di Shelter milik Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Blitar, kini kian mengelora. Sebab, mereka tahu kalau batik hasil karyanya kini dipamerkan di

Batik Kabupaten Blitar Buatan Difabel Dipamerkan di JCC
Imam Taufiq/surya
Para tamu dari Jakarta saat melihat hasil batik dari difabel di shelter Dinsos Blitar 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Semangat para penyandang cacat (difabel) di Kabupaten Blitar, terutama yang sedang belajar membatik di Shelter milik Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Blitar, kini kian mengelora. Sebab, mereka tahu kalau batik hasil karyanya kini dipamerkan di Jakarta Convention Center (JCC).

Itu artinya bahwa batik buatannya nanti bakal kian dikenal dan diminati pasar. Bahkan, tak hanya pasar lokal, seperti selama ini, namun juga kian merambah ke pasar nasional. itu karena pembelinya tertarik.

Sebab, selain motifnya yang khas, juga karena si pembatiknya bukan orang biasa. Namun, mereka adalah orang yang punya kekurangan bentuk fisiknya, mulai postur tubuhnya tak normal (pendek), mulutnya cacat sehingga sulit bicara, tuna rungu, tuna daksa.

Bahkan, tak hanya mengalami cacat fisik, namun juga ada orang pernah mengalami gangguan jiwa atau pernah dipasung beberapa tahun. Namun, sejak diajari membatik, mereka sembuh dan kini sudah mulai mahir menekuni membatik.

Jelang Persebaya Vs PSM, Djanur Akui Kondisi Fisik Bajul Ijo Lebih Baik Dibanding Laga Sebelumnya

"Rata-rata pembelinya selama ini bilang begitu. Mereka kagum, karena si pembatiknya difabel sehingga minat belinya kian tinggi," kata Drs Romelan, Kadinsos Pemkab Blitar kepada TribunJatim.com, Kamis (8/11).

Karena tahu si pembatiknya para difabel, papar Romelan, maka para pembelinya merasa punya kebanggaan tersendiri bila memakai batik Ciprat Percik Rombo. Katanya, dirinya merasa bisa berbagi, dengan membeli batik buatan mereka itu.

Sebab, meski mereka mengalami cacat fisik namun punya semangat hidup yang tinggi dan patut diapresiasi atas kreativitas yang luar biasa itu.

"Meski baru sembilan bulan keberadaan shelter itu, namun batik buatan para difabel, bakal dengan cepat dikenal dan diminati masyarakat," kata Drs Romelan, Kadinsos Pemkab Blitar kepada TribunJatim.com
, Kamis (8/11).

Calon Kepala Desa Meninggal Dunia, Satu Desa di Malang Dipastikan Tak Ikut Serta Pilkades Serentak

Selain pernah dibeli dari berbagai daerah, Dinsos kini sedang membuat terobosan terhadap pemasaran batik tersebut. Di antaranya, mulai Rabu (7/11) kemarin, batik Ciprat Percik Rombo sudah diikutkan pameran di Jakarta Convention Center (JCC).

Dalam pameran itu, Dinsos membawa berbagai contoh batik hasil difabel. Meski motifnya hanya satu, yakni batik Percik, namun ada berbagai corak warna khasnya. Yakni, semua warna hampir ada dalam motif itu sehingga motifnya sangat khas.

"Kebanyakan batik itu dilukis, dengan motif bunga, misalnya. Namun di tempat kami ini, tak demikian. Itu cukup diciprat-cipratkan dengan kuas. Memang, di sini bukan satu-satunya, namun juga ada batik Percik lainnya, yang dibuat di Temanggung (Jateng)," paparnya.

Dengan dipamerkan di JCCI, Romelan berharap batik Percik hasil binaanya itu kian dikenal. Tak hanya batiknya yang diminati, namun para pembelinya harus tahu bahwa batik itu dibuat oleh para penyandang difabel, yang kepingin punya masa depan sendiri, bukan mengantungkan orang lain.

"Selain ada dinilai bisnisnya, juga ada nilai kemanusiaan, bahwa orang difabel bisa apa saja, asal kita mau membinanya. Di situ muncul value-nya tak dimilik para pembatik kebanyakan," ungkapnya.

Karena itu, Romelan berharap sehabis diikutikan pameran di JCCI, batik Ciprat Percik Rombo itu bisa bersaing di pasaran Internasional. Itu karena harganya marketabel atau terjangkau. Yakni, per potong tak sampai menguras isi dompet atau cukup Rp 100.000 sampai Rp 150.000. Dengan harga segitu, si pembatik yang difabel itu dapat fee Rp 50.000 atas hasil karyanya itu.(fiq/TribunJatim.com)

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved