Belasan Mobil Bodong Kasus Fedusia Diungkap, Polisi Surabaya Bekuk 2 Pelaku

Kecurigaan Tim Silver Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya terhadap sebuah mobil lantaran menggunakan surat dan plat nopol palsu membuahkan hasil.

Belasan Mobil Bodong Kasus Fedusia Diungkap, Polisi Surabaya Bekuk 2 Pelaku
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak menunjukan barang bukti kasus mobil lantaran menggunakan surat dan plat nopol palsu, Rabu (7/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kecurigaan Tim Silver Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya terhadap sebuah mobil lantaran menggunakan surat dan plat nopol palsu membuahkan hasil.

Ada sejumlah 15 kendaraan yang terlibat kasus fedusia.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, kendaraan tersebut melanggar kelengkapan dokumen yaitu STNK dan plat nomer polisi palsu.

"Pada saat pengejaran ada beberapa kasus kendaraan menggunakan plat nomer palsu, STNK plsu yng kemudian kami tilang," kata AKBP Antonius Agus Rahmanto di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (7/11/2018).

Bupati Sambari Halim Radianto Sidak Proyek Alun-alun Gresik Miliaran Rupiah

Namun rupanya dari hasil pemeriksaan polisi barang bukti yang disita polisi itu juga tercatat dalam pencarian beberapa finance.

Kendaraan tersebut dalam masa menunggak kredit dan telah berpindah tangan.

"Kasus fedusia, setelah cek status kendaraan tersebut ternyata ini kendaraan nomer rangka dan mesin ini sudah cacat atau kredit macet dan berbulan2 dicari pihak finance," ujar dia.

AKBP Antonius Agus Rahmanto memaparkan, kasus tersebut menyalahi aturan Pasal 236 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP dan pasal 36 UU RI nomer 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia.

Terlibat Peredaraan Sabu di Banyuwangi, Wanita dan Teman Prianya Dibekuk Polrestabes Surabaya

"Salah satu dari kendaraan roda empat ini ada yang masih kredit dua bulan. Bahkan nomer platnya masih merah," tambah AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Saat pembayaran kredit, debitur tidak membayar tepat waktu dan menunggak beberapa bulan kemudian menjual mobil-mobil tersebut kepada orang lain tanpa persetujuan finance.

Polisi kemudian menghubungi pihak finance terkait keberadaan mobil bodong tersebut.

Berlangsung Dramatis, Pria Pemanjat Tower di Malang Bersedia Turun Jika Dibujuk Anak dan Istrinya

Setelah dokumen kendaraan tersebut lengkap, polisi menyerahkan barang bukti kepada finance.

"Dilarang menggadai kendaraan dalam masa kredit menindak lanjuti itu anggota melakukan penyamaran teknis kepolisian sehingga ketika transaksi mobil bodong kami dapat barang bukti," imbuh dia.

Dari pengungkapan kasus tersebut polisi menangkap dua pelaku kasus fedusia berinisial MS (48) warga Pesapen Surabaya dan HR (31) warga Rabasan Madura.

Cak Imin Tegaskan Jika Bendera PKB Tak Gunakan Bendera Merah Putih

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved