Gagalkan Penyelundupan Burung dari Balikpapan, BBKP Surabaya Temukan 133 Ekor Burung Sudah Mati

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya gagal menyelundupkan ratusan burung dari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Gagalkan Penyelundupan Burung dari Balikpapan, BBKP Surabaya Temukan 133 Ekor Burung Sudah Mati
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Burung-burung yang gagal diselundupkan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya, Kamis (8/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya gagal menyelundupkan ratusan burung dari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ratusan burung tersebut di antaranya jenis burung Cucak Hijau, Murai Batu dan Beo.

Sebagian burung tersebut termasuk hewan yang dilindungi.

Namun dari 481 ekor burung yang gagal diselundupkan tersebut, 133 di antaranya sudah mati.

"Saat ditemukan, ada beberapa burung yang mati mungkin karena stres. Ada 2 ekor Beo, 32 ekor Cucak Hijau, dan 99 ekor Murai Batu dalam kondisi mati," kata Kepala BBKP Surabaya, Musyaffak di kantornya, Kamis (8/11/2018).

BBKP Surabaya Gagalkan Penyelundupan 481 Ekor Burung dari Balikpapan

Padahal menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, burung Cucak Hijau dan Murai Batu merupakan hewan yang dilindungi.

Dugaannya, burung-burung tersebut mati karena stres.

Sebab, dilanjutkan Musyaffak, penyelundupan burung tersebut disembunyikan di antara tumpukan kayu di dalam truk.

Hal tersebut dilakukan untuk mengelabui petugas, sehingga unggas yang rentan terhadap stres ini dikurung di dalam keranjang dalam kondisi panas dan gelap.

"Di dalam kapal ada truk yang memuat burung tanpa dilengkapi dokumen karantina," tambahnya.

Berawal dari Bercak Darah yang Dikira Kecap, Bocah di Tulungagung Temukan Kakek-Neneknya Tewas

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved