Gelar ARDC 2018, ITS Surabaya Soroti Efek Peraturan Bangunan pada Kreativitas Desain

“Pada gelaran yang diadakan untuk kali ke-10 ini, ARDC juga berfokus pada pembahasan urban design atau desain perkotaan,”

Gelar ARDC 2018, ITS Surabaya Soroti Efek Peraturan Bangunan pada Kreativitas Desain
ISTIMEWA
Kepala departemen dan dosen Arsitek ITS Surabaya saat foto bersama, Kamis (8/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUJATIM.COM, SURABAYA - Departemen Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar simposium internasional Architectural Research and Design Conference (ARDC) 2018.

Acara tersebut digelar di Hotel Bumi Surabaya, Kamis (8/11/2018) dengan mengambil tema 'Do Design Codes Have an Impact to Innovation or Design Creativity?'.

Kegiatan ini dilaksanakan guna menanggapi besarnya pengaruh sebuah peraturan bangunan terhadap perkembangan dunia arsitektur.

Menurut Ketua Pelaksana, Angger Sukma Mahendra, tema tersebut sengaja dipilih lantaran peraturan bangunan memiliki pengaruh yang besar terhadap dunia arsitektur mulai dari tahap perencanaan, pembangunan, maupun pengawasan bangunan.

“Pada gelaran yang diadakan untuk kali ke-10 ini, ARDC juga berfokus pada pembahasan urban design atau desain perkotaan,” jelasnya.

Munir, Pedagang Atribut Militer di Surabaya: Berjualan Sambil Mengedukasi Anak-anak Tentang Pahlawan

Perancangan berkelanjutan pada skala kota saat ini, lanjutnya, menjadi satu aspek yang mulai diperhatikan oleh beberapa kota di Indonesia.

Hal tersebut lantaran urban design turut berpengaruh pada aspek lain seperti ekonomi, sosial, pendidikan, dan lain-lain.

Saat ini, inovasi dan kreativitas arsitek dalam mendesain bangunan maupun kota menemui tantangan baru, yaitu adanya beberapa peraturan yang bersifat mengikat.

Building codes (peraturan bangunan) tersebut memiliki beberapa efek dalam dunia desain dan arsitektur.

Antara lain gaya desain yang akan terlihat homogen, kurangnya identitas, serta kurang tanggap dalam merespon perkembangan desain.

Jelang Hari Pahlawan, Penjual Atribut Militer di Surabaya Banjir Pembeli, Baju Tentara Banyak Dicari

Seorang pembicara, Heru Wibowo Poerbo mengungkapkan, jika perencanaan tata ruang maupun peraturan bangunan sebenarnya bertujuan untuk menjaga keteraturan, keamanan, keselamatan, dan kenyamanan.

Menurut dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut, beberapa building codes yang diadaptasi dari negara barat kurang sesuai dengan kondisi di Indonesia karena perbedaan kondisi lingkungan, alam, serta teknologi.

“Oleh karenanya dibutuhkan regulasi yang telah disesuaikan dengan konteks lokal di Indonesia,” ungkap Heru.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Ani Susanti
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved