Rumah Politik Jatim

Pengamat: Dulu Sami'na Wa Atho'na di Pemilu, Relasi Politik Elektoral dari Ponpes Sekarang Berubah

Relasi politik elektoral dalam rangka Pemilu 2019 sudah mulai berubah. Perubahan itu terkait dengan perilaku pemilih itu sendiri.

Pengamat: Dulu Sami'na Wa Atho'na di Pemilu, Relasi Politik Elektoral dari Ponpes Sekarang Berubah
TRIBUNJATIM.COM/IST
Pengamat Politik Universitas Brawijaya (UB) Wawan Sobari 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Relasi politik elektoral dalam rangka Pemilu 2019 sudah mulai berubah.

Perubahan itu terkait dengan perilaku pemilih itu sendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh pengamat politik dari Universitas Brawijaya Malang, Wawan Sobari, Kamis (8/11/2018).

Kepada TribunJatim.com ia menjelaskan, perilaku pemilih yang dimaksud adalah lebih dispesifikkan ke pemilih di kalangan pesantren.

Datang ke Ponpes PSM Takeran Magetan, Prabowo Tidak Berniat Berkampanye dan Minta Dukungan

"Kalau dulu santri itu cenderung sami'na wa atho'na (kami mendengar dan kami taat) apa kata kiai, tapi sekarang santri sudah mulai berbeda, sudah ada santri yang kemudian tidak selalu seperti itu dalam politik, karena santri tidak sekadar aktif di pondok tapi juga sudah mulai banyak berubah pemikiran," jelas Wawan.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Sosial FISIP Universitas Brawijaya Malang itu menambahkan, pada saat ini malah sebenarnya korelasi politik elektoral itu tidak hanya terjadi pada santri yang sedang bermukim atau tinggal di pondok pesantren saja, namun korelasi tersebut juga terjalin di santri atau jemaah dari luar pondok pesantren.

Sowan ke Pondok Pesantren Al Fatah Magetan, Prabowo Dapat Sambutan Hangat & Didoakan Menang Pilpres

Galang Suara untuk Jokowi-Maruf Amin, Khofifah dan JKSN Sambangi Ponpes Sabilil Muttaqien Magetan

"Yang biasanya ikut istigasahnya atau pengajian itu yang kemudian sebenarnya bisa menjadi faktor suara lainnya, Kalau mengandalkan pondok, gak banyak, figur yang diharapkan ketika datang ke pondok itu figur kiai yang bisa memiliki pengaruh di luar pondok," imbuhnya.

Maka dari itu, Wawan Sobari mengatakan, pasangan capres dan cawapres di Pemilu 2019, jika datang ke sebuah pondok pesantren tidak hanya melihat konteks pondok pesantren dan isinya saja, namun lebih dari pada hal itu.

"Misalnya saja salah satu capres datang ke satu pondok, Ponpes Sidogiri misalnya, itu mereka datang ke sana tidak melihat konteks Sidogirinya, tapi lebih kepada pengaruh yang dihasilkan Sidogiri di luar ponpes itu," beber Wawan Sobari.

KH Maruf Amin Kunjungi Pondok Pesantren An-Nur Bululawang Malang

Apalagi, lanjutnya, pondok pesantren juga memiliki jaringan yang di antaranya adalah alumni yang tersebar.

"Itu pun juga sangat punya kemungkinan memiliki pilihan politik yang berbeda," pungkasnya.

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved