Masterpact MZ Jadi Inovasi Terbaru Schneider Electric Indonesia, Diklaim Mampu Analisa Prediktif

Masterpact MTZ ialah generasi terbaru dari high power low voltage air circuit breaker (ACB) pintar berbasis Internet of Things (IoT).

Masterpact MZ Jadi Inovasi Terbaru Schneider Electric Indonesia, Diklaim Mampu Analisa Prediktif
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM
Inovasi terbaru Schneider Electric Indonesia, Masterpact MZ, yang diklaim memiliki kemampuan analisa prediktif yang dipadukan dengan alat pengukur daya kelas 1 di industri. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi, otomasi serta proteksi listrik memperkenalkan inovasi terbaru, yakni Masterpact MTZ.

Country President Schneider Electric Indonesia, Xavier Denoly mengatakan, Masterpact MTZ ialah generasi terbaru dari high power low voltage air circuit breaker (ACB) pintar berbasis Internet of Things (IoT).

Masterpact ini diklaim memiliki kemampuan analisa prediktif yang dipadukan dengan alat pengukur daya kelas 1 di industri.

"Sekarang masanya energi baru yang digerakkan oleh dekarbonisasi, desentralisasi, dan digitalisasi. Maka dari itu, para pelaku bisnis perlu melakukan otomatisasi pengelolaan energi listrik," ujarnya dalam rilis, Jumat (9/11/2018).

Selama 100 Hari Berlayar, Taruna AAL Berlatih Navigasi Astronomi di KRI Bima Suci 

Di antaranya, melalui kemampuan analisa prediktif dari ACB untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan mengontrol biaya operasional akibat gangguan listrik yang tak terduga.

"Pelaku bisnis tentunya mengharapkan distribusi listrik lebih aman, diandalkan, efisien, berkelanjutan dan terhubung. Makanya, Masterpact MTZ ini menawarkan kemampuan digital yang terhubung dan dapat diintegrasikan dengan arsitektur EcoStruxure bagi pelanggan," jelasnya.

Dia menambahkan, solusi high power low voltage air circuit breaker (ACB) pintar berbasis Internet of Things (IoT) ini sangat cocok untuk bangunan yang membutuhkan keandalan listrik setiap saat.

TKD Usul Syaichona Cholil Jadi Pahlawan Nasional, Dukungan Jokowi-Maruf Amin di Madura Makin Besar

Juga, bangunan yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap terjadinya gangguan listrik seperti Rumah Sakit dan Data Center.

Menurutnya, bisnis seperti Rumah Sakit dan Data Center yang sangat sensitif dan bergantung terhadap keandalan listrik, pastinya memastikan tidak adanya downtime dan gangguan listrik.

"Sebab hal itu berdampak langsung terhadap reputasi perusahaan, kerugian finansial, keamanan data serta kenyamanan dan kepuasaan klien atau pasien. Oleh karena itu, pengadopsian IoT dalam manajemen energi gedung menjadi sebuah keharusan," imbuhnya.

Ramaikan Gelaran Parade Juang Surabaya, Komunitas WOI Tampilkan Mobil Spesial Buatan Tahun 1944

Apalagi berdasarkan riset Frost & Sullivan, bisnis di sektor rumah sakit swasta akan semakin menggeliat dengan banyaknya pembangunan rumah sakit swasta.

Yakni, dari 917 rumah sakit swasta di 2015 diprediksi meningkat menjadi 1.017 rumah sakit di 2020.

"Dengan meningkatnya kompetisi di sektor rumah sakit serta ekspektasi yang semakin tinggi ini, menuntut manajemen rumah sakit untuk memastikan seluruh proses dan kegiatan operasionalnya mendukung 100 persen kepuasaan pasien, termasuk memastikan keandalan dan ketersedian listrik tanpa terjadi gangguan yang beresiko," tutupnya.

Menikmati Hari Pahlawan di Kota Surabaya, 4 Acara Seru di Bulan November ini Tak Boleh Dilewatkan

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved