Pembakaran Bendera Disebut Wiranto Masalah Kecil yang Meluas ke Seluruh Indonesia

Wiranto yang merupakan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), menyinggung permasalahan kasus pembakaran bendera

Pembakaran Bendera Disebut Wiranto Masalah Kecil yang Meluas ke Seluruh Indonesia
(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto dan perwakilan massa aksi 211 di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM - Wiranto yang merupakan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), menyinggung permasalahan kasus pembakaran bendera di Garut beberapa waktu lalu.

Itu seperti yang disampaikan Wiranto saat memberi sambutan pada dialog "Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa", Jumat (9/11/2018), di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.

Acara ini dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, para pimpinan ormas, dan tokoh Islam. Menurut Wiranto, kasus ini sebenarnya permasalahan kecil, tetapi mencuat ke seluruh Indonesia.

"Kemarin saya dpt permasalahan, enggak besar sih. Cuma satu kecamatan kecil, Limbangan, Garut. Pelaku 3 orang, 1 pembawa dan 2 pembakar bendera," kata Wiranto.

Jubir FPI Ungkap Sejumlah Kejanggalan dari Kasus Bendera Habib Rizieq, BIN: Langsung Tunjuk Saja!

"Tapi kok berkembangnya sampai ke negara, ke Indonesia begitu luas. Tiga orang bisa sebabkan 120 juta orang bisa kena akibatnya, ini tidak adil," lanjut dia. Untuk menuntaskan permasalahan itu, Wiranto meminta tokoh-tokoh agama dan perwakilan ormas Islam bertemu. Pertemuan digelar dengan semangat tabayyun.

"Kewajiban kita untuk bertemu dengan semangat tabayyun, tak ada masalah yang selesai tanpa komunikasi, berkoordinasi," ujar Wiranto.

Wiranto melanjutkan, permasalahan pembakaran bendera ini sebenarnya tidak terlalu besar, tapi, ada indikasi-indikasi yang harus dicegah supaya tidak semakin meluas.

"Tanggung jawab kita sebagai umat Islam, mari pada pagi hari ini kita melakukan perbincangan ukhuwah," kata Wiranto.

Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved