Bayi Dibuang di Teras Rumah Warga Ngoro Jombang, Pasangan Belum Nikah Ini Menyesal

Kasus pembuangan bayi di Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang pada Kamis 8 November 2018 lalu, akhirnya terungkap.

Bayi Dibuang di Teras Rumah Warga Ngoro Jombang, Pasangan Belum Nikah Ini Menyesal
Surya/Sutono
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Gatot Setya Budi (kiri) memamerkan memamerkan barang bukti dan dua tersangka pelaku pembuang bayi di Jombang. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Kasus pembuangan bayi di Desa Gajah, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang pada Kamis 8 November 2018 lalu, akhirnya terungkap.

Pasangan kekasih tersangka pembuang bayi di Desa Gajah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tertunduk menyesali perbuatannya, saat dipamerkan dalam 'press release' di Mapolres Jombang, Sabtu siang (10/11/2018).

Dalam pemeriksaan polisi, pasangan Yuda S (20) Warga Desa Rejoagung, Ngoro dan Rika i (19) warga Desa Karangan, Kecamatan Bareng Jombang, orang tua bayi malang itu mengaku sempat berniat mengambil kembali bayinya yang sudah dibuangnya.

Dandik, ayah dari bayi tersebut kemudian datang ke rumah Said, tempat dia membuang bayinya itu. Kepada Said, dia mengaku ingin meminta kembali bayinya kembali, Sabtu (10/11/18).

Pembuang Bayi di Ngoro Jombang, Ternyata Pasangan Remaja Tanpa Nikah

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Gatot Setyo Budi membenarkan, pasangan ini sempat datang dan bermaksud mengambil bayinya sehari setelah mereka membuangnya di teras rumah mantan guru mereka, Said warga Desa Gajah.

Gatot menuturkan, kedua tersangka merasa takut sekaligus menyesal ketika berita mengenai pembuangan bayi ini viral selama beberapa hari.

“Kedua tersangka sempat hendak mengambil kembali bayinya ini, namun karena sudah lebih dari 24 jam, proses hukum tetap berjalan karena mereka terbukti menelantarkan anak berusia di bawah tujuh tahun,” terang AKP Gatot.

Ada Tiga Pasien Korban Viaduk Surabaya Membara di RSUD Dr Soetomo Siap Dioperasi

Terkait motif berbuatan tersangka, Gatot mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan, keduanya nekat membuang anak hasil hubungan gelap itu karena merasa malu lantaran keduanya belum resmi menjadi pasangan suami istri.

“Selain malu juga karena faktor ekonomi, mereka merasa tidak mampu merawat bayinya,” terangnya kepada Tribunjatim.com.

Kedua orang tua bayi ini kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi. Keduanya diamankan saat hendak mengambil bayi mereka di rumah Said.

Mereka terancam hukuman lima tahun penjara. Keduanya akan dijerat pasal tentang membuang anak yang dibawah umur 7 tahun. Bayi malang tersebut kini dititipkan petugas di Dinas Sosial untuk dirawat.

Diberitakan, sebelumnya, warga Desa Gajah Kecamatan Ngoro sempat dihebohkan penemuan bayi perempuan yang baru berumur dua hari diteras salah satu warga.

Bayi kini diketahui merupakan hasil hubungan gelap pasangan Yuda Setia Dandik (20) Warga Desa Rejoagung, Ngoro dan Rika Nur Safitri (19) warga Desa Karangan, Kecamatan Bareng ini sengaja ditinggalkan di teras rumah Said, warga setempat.(sutono/TribunJatim.com)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved