Insiden Surabaya Membara

Inilah Permintaan Terakhir Erikawati Korban Tewas Insiden Viaduk Jl Pahlawan 'Surabaya Membara'

Sahluki (41) sekeluarga menjadi korban insiden viaduk Jalan Pahlawan Surabaya saat nonton pagelaran drama kolosan 'Surabaya Membara'.

Inilah Permintaan Terakhir Erikawati Korban Tewas Insiden Viaduk Jl Pahlawan 'Surabaya Membara'
TRIBUNJATIM.COM/AQWAMIT TORIQ
IGD RSUD Dr Soewandhie Surabaya pasca insiden viaduk dalam pagelaran "Surabaya Membara" di Tugu Pahlawan Surabaya, Jumat (9/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sahluki (41) sekeluarga menjadi korban insiden viaduk Jalan Pahlawan Surabaya saat nonton pagelaran drama kolosan 'Surabaya Membara'.

Dia berangkat bersama istriya Liana (37) dan putrinya Erikawati (9). Mereka mengendarai sepeda motor dari rumahnya di Jalan. Kalimas Baru Nomor 62 Kota Surabaya menuju lokasi perhelatan drama kolosal 'Surabaya Membara' di depan kantor Gubernur Jawa Timur kawasa Tugu Pahlawan.

Saat itu, di sepanjang jalan sudah dipenuhi banyak orang. Sahluki berinisiatif naik ke atas karena melihat banyak orang yang berada di viaduk. Kemudian, ia menitipkan motor di parkiran dan jalan kaki menyusuri gang sempit menuju ke atas viaduk.

"Dibawah sudah penuh tidak kelihatan lalu ke atas (viaduk)," kata Sahluki di kamar jenazah RSUD dr Soetomo kepada Tribunjatim.com, Sabtu (10/11/2018).

13 Perwira Tempati Posisi Baru, Brigjen M Iqbal Promosi Jadi Kadiv Humas Polri

Sahluki tidak menyangka nonton drama kolosal 'Surabaya Membara' dari viaduk justru berbuah petaka.

Ketiganya sempat terjatuh ketika terjadi kepanikan hingga memicu saling dorong saat ada Kereta Api dari arah Stasiun Gubeng menuju Stasiun Pasar Turi melintas di Viaduk. Sejumlah orang bahkan terjatuh dari atas viaduk.

Nahas, saat berdesak-desakkan putrinya Erikawati siswi kelas III SD terlepas dari pegangan ibunnya. Korban terseret gerbong Kereta Api hingga menderita luka parah di kepalanya.

Erikawati meninggal di lokasi kejadian dan jenazahnya dibawa ke kamar mayat RSUD dr Soetomo.

"Tidak ada petugas yang melarang menonton dari viaduk sudah banyak orang disana ," ujar Sahluki kepada Tribunjatim.com.

Dia menonton 'Surabaya Membara' atas permintaan putrinya Erikawati. Sebagai orang tua dia berupaya menuruti keinginan putri keduanya itu.

5 Fakta Felicia Putri, Putri Hotman Paris yang Jarang Terekspos, Akui Sang Ayah Sering Skandal

Ia tidak mempunyai firasat apapun ternyata menonton drama kolosal 'Surabaya Membara' itu ternyata permintaan terakhir korban.

"Anak saya minta terus ingin nonton Surabaya Membara, minta ke atas (Viaduk) biar kelihatan," ucap Sahluki. (don/TribunJatim.com)

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved