Pilpres 2019

Kata Fahri Hamzah tentang 'Politikus Genderuwo': Menepuk Air Terpercik ke Muka Sendiri

Fahri Hamzah mengatakan jika yang memiliki kapasitas sebagai genderuwo adalah pemerintah, bukan rakyat.

Kata Fahri Hamzah tentang 'Politikus Genderuwo': Menepuk Air Terpercik ke Muka Sendiri
TRIBUNNEWS.COM/IRWAN RISMAWAN
Fahri Hamzah 

Fahri Hamzah mengatakan jika yang memiliki kapasitas sebagai genderuwo adalah pemerintah, bukan rakyat.

TRIBUNJATIM.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan, yang memiliki kapasitas sebagai genderuwo adalah pemerintah, bukan rakyat.

Pernyataan Fahri Hamzah tersebut merespon pidato Jokowi yang menyebut bahwa sekarang ini banyak politikus yang menggunakan politik genderuwo.

"Rakyat itu tidak punya kapasitas menjadi genderuwo atau sontoloyo," tutur Fahri Hamzah.

Viral Aksi Ceplas-ceplos Bocah STM Kritik DPR Diganjar Uang dan Vespa, Fahri Hamzah Ngakak Disindir!

"Yang punya kapasitas sontoloyo dan genderuwo itu pemerintah. Makanya harus kembali ke sendiri. Jadi ini menepuk air terpercik ke muka sendiri, sebenarnya begitu lho," ujar Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, (9/11/2018).

Menurut Fahri Hamzah, pemerintah tidak menyadari bahwa rakyat tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan opini atau pembelahan.

Justru menurut Fahri Hamzah, yang memiliki kemampuan untuk membuat opini adalah pemerintah dengan segala perangkat yang dimilikinya.

"Dan yang mampu menutup pembelahan ideologis itu ya pemerintah," kata Fahri Hamzah.

Sacha Stevenson Pusing Dengar Pidato Fadli Zon Berbahasa Inggris: Saya Minta Naik Gaji

Fahri mencontohkan langkah pemerintah atau kubu petahana yang menggiring opini dan menciptakan pembelahan tersebut di antaranya yakni menunjuk Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin sebagai Cawapres Jokowi, dengan maksud untuk menghilangkan opini bahwa Jokowi anti ulama.

"Sekarang dia memilih Pak Yusril, dan saya membaca statement Pak Yusril kayaknya dia nggak akan menjadi penasehat hukum tapi dugaan saya juga menjadi penasihat politik," pungkas Fahri Hamzah.

Sebelumnya, Jokowi kembali menggunakan istilah nyeleneh dalam pidatonya ketika menyinggung kondisi politik saat ini.

Setelah menyebut politikus sontoloyo yang kemudian menuai kontroversi, Jokowi kini menyebut politik genderuwo.

"Kita lihat dengan propaganda menakutkan, membuat kekhawatiran, dan membuat ketidakpastian. Masyarakat lalu digiring dan dibuat ragu ragu."

"Cara-cara politik seperti ini tidak beretika, dan itu namanya politik genderuwo, menakut-nakuti," kata Jokowi di Tegal, Jawa Tengah, Jumat, (9/11/2018).

Sacha Stevenson Ulas Kemampuan Bahasa Inggris Jokowi dan Prabowo, Siapa Lebih Bagus?

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fahri Hamzah: Yang Punya Kapasitas Sontoloyo dan Genderuwo Itu Pemerintah.

Editor: Alga Wibisono
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved