Minggu Ini Tersangka Dugaan Korupsi Jamkrida Bakal Diumumkan

Kejati Jatim akan mengumumkan tersangka terkait dugaan kasus korupsi yang terjadi di PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jatim

Minggu Ini Tersangka Dugaan Korupsi Jamkrida Bakal Diumumkan
Istimewa
Kepala Kejati Jatim, Sunarta saat melakukan sesi wawancara bersama awak media, Jumat (2/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dalam waktu dekat, Kejati Jatim akan mengumumkan tersangka terkait dugaan kasus korupsi yang terjadi di PT Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jatim

Kepala Kejati Jatim, Sunarta mengatakan, pihaknya merasa telah memiliki cukup bukti yang dibutuhkan untuk menetapkan tersangka atas kasus Jamkrida.

"Semua saksi yang dibutuhkan sudah  dipanggil untuk mencari alat bukti, Berdasarkan pemanggilan saksi itu lah, yang ada telah mengarah pada satu nama tersangka yang akan ditetapkan," kata Sunarta kepada TribunJatim.com.

Sayangnya, Sunarta masih enggan membeberkannya secara gamblang terkait identitas tersangka itu.

17 Tahun Berlalu, Intip Kehidupan Bintang Meteor Garden Ini yang Nikahi Pebisnis Asal Indonesia!

"Kami ungkapkan siapa nama tersangkanya pekan depan ya, karena memang masih ada saksi yang terlewatkan," kata Sunarta kepada TribunJatim.com, Sabtu (10/11/2018).

Sunarta menambahkan, pihaknya masih terus menyelidiki dugaan korupsi yang terjadi di PT Jamkrida Jatim. Bahkan ia tidak menyetujui rencana  Pemprov Jatim yang akan melelang aset PT Jamkrida Jatim untuk membayar kerugian negara senilai Rp 6 miliar.

"Kasus ini bukan perusahaan, tapi perseorangan, yang melakukan tindak pidana korupsi, jadi kalau menjual aset Jamkrida Jatim, nanti akan menimbulkan masalah baru," jelasnya.

Update Insiden Kereta Api Viaduk Surabaya Membara, Cerita Korban hingga Komentar Tri Rismaharini

Kenadati pelaku telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 6 miliar kata Sunarta, tentu tak serta merta kasus tersebut berhenti.

"Meskipun nanti ada pengecualian untuk hukuman yang akan masuk hal yang meringankan, kasus ini tak berhenti," tandasnya.

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved