Pekan Bahasa dan Sastra 2018 Unair Surabaya Hadirkan Guru Besar dan Sastrawan Muda

Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Bahasa dan Sastra Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menghadirkan guru besar dan sastrawan muda.

Pekan Bahasa dan Sastra 2018 Unair Surabaya Hadirkan Guru Besar dan Sastrawan Muda
TRIBUNJATIM.COM/CHRISTINE AYU NURCHAYANTI
Pemateri, moderator, pemantik, beberapa panitia dan peserta berfoto bersama dalam Seminar Pekan Bahasa dan Sastra Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jumat (9/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Christine Ayu Nurchayanti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Bahasa dan Sastra Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menghadirkan guru besar dan sastrawan muda dalam Pekan Bahasa dan Sastra (Pestra) 2018, Jumat (9/11/2018).

Mereka adalah guru besar Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (UM), Anang Santoso, dan sastrawan muda alumnus Universitas Hasanuddin Makassar, Faisal Oddang.

"Dari panitia ingin mengundang sastrawan muda. Akhirnya kami memilih Faisal Oddang. Karena Faisal Oddang juga sering mendapat penghargaan, " tutur Ketua panitia Pekan Bahasa dan Sastra (Pestra) 2018, Fahmi Imelda Arizki,  Jumat (9/11/2018).

Ibu-ibu dan Anak-anak Menari Bersama Penari Jaranan Santherewe di Gedung Cak Durasim Surabaya

"Prof Anang dirokemendasikan oleh salah satu dosen. Kemudian diinformasikan biodata beliau. Dan Prof Anang mudah sekali dihubungi. Alhamdulillah, kedua pemateri sama-sama mudah untuk dihubungi," lanjutnya.

Seminar tersebut digelar di Ruang Siti Parwati, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair Surabaya.

Tema yang diusung adalah "Kaidah Bahasa dan Katarsis dalam Karya Sastra".

HMD Bahasa dan Sastra Indonesia Unair Surabaya Gelar Serangkaian Acara Pekan Bahasa dan Sastra 2018

Per Desember 2018, Mahasiswa Universitas Islam Malang Tidak Boleh Pakai Penutup Wajah

Adapun pemantik seminar adalah Indra Tjahyadi, serta Rekno Wulandari Pambudi sebagai moderator.

Seminar yang dihadiri sekitar 210 peserta tersebut diawali dengan pembukaan, kemudian dipantik oleh Indra Tjahyadi.

Setelah itu, penyampaian materi pertama oleh Anang Santoso, dilanjutkan materi kedua oleh Faisal Oddang, kemudian sesi tanya jawab untuk tiga penanya dan diskusi. 

Gandeng ITS Surabaya, Pemkab Sidoarjo Kembangkan UKM Tanggulangin yang Terdampak Lumpur

Acara terakhir yaitu penutup yang diisi dengan penyerahan hadiah kepada penanya, pemberian cendera mata kepada pemateri, serta foto bersama.

"Seneng sih, karena akademisi langsung mendatangkan praktisi. Karena dunia akademisi dan praktisi di kepenulisan sastra beda banget," tutur Hiday Nur, salah satu peserta seminar.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved