Rumah Politik Jatim

Jelaskan Politisi Genderuwo, Romy Singgung Strategi Kubu Prabowo Mirip Donald Trump

Romy (sapaan Romahurmuziy) mengatakan bahwa Presiden Jokowi mengatakan hal tersebut untuk menyinggung rival politiknya.

Jelaskan Politisi Genderuwo, Romy Singgung Strategi Kubu Prabowo Mirip Donald Trump
TRIBUNJATIM.COM/ Bobby Koloway
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy, ketika ditemui jurnalis di sela Rapimwil III dan Santiaji Calon Anggota Legislatif 2018 DPW PPP Jatim di Surabaya, Sabtu (10/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy, menjelaskan maksud calon presiden, Jokowi Widodo mengunakan sebutan "Politisi Genderuwo".

Romy (sapaan Romahurmuziy) mengatakan bahwa Presiden Jokowi mengatakan hal tersebut untuk menyinggung rival politiknya.

Menurut Romy, kubu rival, yakni tim pemenangan Calon Presiden, Wakil Presiden, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno meniru strategi Presiden Amerika, Donald Trump pada pemilu Amerika 2016 silam.

"Presiden Jokowi menyampaikan itu kan sejalan dengan apa yang pernah kami sampaikan. Bahwa, kubu lawan politik Pak Jokowi menggunakan pendekatan dan strategi Donald Trump," ujar Romy ketika ditemui di Surabaya, Sabtu (1o/11/2018).

Sama seperti filosofi genderuwo, konsultan politik Donald Trump hanya memberikan dua syarat.

Jamu Perseru Serui Bakal Jadi Pertandingan Sangat Sulit Bagi Arema FC

Pertama, membangun propaganda fear mongering atau intimidasi dan "menakut-nakuti".

Menurutnya, hal ini juga tampak dilakukan kubu Prabowo.

"Hal itu kita cermati dari pernyataan soal Indonesia akan bubar di 2030. Kemudian, kalau nanti rupiah menembus 15 ribu, lima bank nasional akan bangkrut," kata Romy menambahkan.

Kedua, Prabowo juga disebut meniru Trump soal propaganda obvius lies atau kebohongan yang nyata.

Romy mencontohkan kasus hoax Ratna Sarumpaet.

"Mereka bilang bahwa Ratna Sarumpaet dipukul, padahal tidak sama sekali. Mengatakan bahwa mobil Neno Warisman dibakar, padahal hanya konsleting biasa. Mengatakan bahwa harga naik, padahal dua bilan inflasi menurun," sindir Romy.

"Mereka juga mengatakan bahwa tempe setipis ATM, padahal saya makan di depot, tempenya bikin kenyang karena saking tebalnya," tandas Romy melanjutkan.

Romy menegaskan, dengan mengadopsi gaya kampanye Donal Trump, kubu Prabowo diyakini tak akan mendapat simpati dari masyarakat.

"Kalau mereka berpikir, mereka dapat mendapat respon yang sama, yaitu dukungan dari masyarakat, maka itu salah," tegas cucu Menteri Agama ketujuh RI KH Muhammad Wahib Wahab ini.

"Sebab, masyarakat Indonesia, berbeda dengan masyarakat Amerika Serikat," pungkas Anggota DPR RI ini. (bob)

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved