Buruh di Gresik Tuntut UMK Sebesar Rp 3,9 Juta

Massa Buruh di Kabupaten Gresik Turun ke Jalan dan Menuntut agar UMK 2019 Ditetapkan Sebesar Rp 3,9 Juta.

Buruh di Gresik Tuntut UMK Sebesar Rp 3,9 Juta
TRIBUNJATIM/SUGIYONO
Massa buruh Gresik saat menggelar demo ke kantor Pemkab Gresik untuk menuntut UMK tinggi ke Bupati, Selasa (13/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik menyatakan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kabupaten Gresik akan naik cukup signifikan.

Sekretaris Disnaker Kabupaten Gresik Ninik A mengatakan, naiknya UMK Gresik tersebut, karena secara rumusan hitungan-hitungan UMK baru adalah, UMK sebelumnya dikalikan 8,03 persen.

"Sehingga dari situ, nilai UMK 2019 pasti hasilnya akan lebih tinggi," ujarnya, Selasa (13/11/2018).

UMK Gresik pada 2018 sebesar Rp 3.580.370. Jika dinaikkan 8,03 persen dari inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional, maka UMK 2019 di Gresik adalah Rp 3,867,874 .

Sementara itu, Agus Salim Ketua Serikat Pekerja Kahutindo mengatakan, pihaknya menuntut UMK Gresik 2019 nilainya sebesar Rp 3,9 Juta.

"Ini hasil penghitungan teman-teman serikat pekerja. Jadi bukan Rp 3,7 Juta," tegasnya.

Untuk itu, massa buruh di Kabupaten Gresik, kata senior Serikat Bersama Buruh (Sekber) Gresik ini akan tetap menggelar unjuk rasa untuk mengawal hasil rapat Dewan Pengupahan agar segera diajukan oleh Bupati Gresik ke Gubernur Jatim.

"Teman-teman serikat pekerja akan mengawal hasil rapat dewan pengupahan sampai ke Gubernur Jatim," tandas Agus. (Sugiyono)

Penulis: Sugiyono
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved