Warga Bulusari Demo Polres Pasuruan Desak Bebaskan Penambang Pasir Yang Tak Bersalah

Ratusan warga Jurang Pelen, Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan meluruk kantor Polres Pasuruan di Bangil, Selasa (13/11/2018) pagi.

Warga Bulusari Demo Polres Pasuruan Desak Bebaskan Penambang Pasir Yang Tak Bersalah
(Surya/Galih Lintartika)
Ratusan warga Jurang Pelen, Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan mendemo Mapolres Pasuruan di Bangil, Selasa (13/11/2018) pagi. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Ratusan warga Jurang Pelen, Bulusari, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan meluruk kantor Polres Pasuruan di Bangil, Selasa (13/11/2018) pagi.

Ratusan warga menggelar aksi demo di depan Kantor Polisi. Mereka menuntut Polisi membebaskan, Samud, alah satu warga Jurang Pelen, Bulusari, Gempol, penambang pasir yang ditahan polisi atas dugaan kasus ilegal minning atau pertambangan tanah dan sirtu tanpa izin beberapa waktu lalu.

Mereka datang menggunakan kendaraan satu buah bus dan puluhan mobil. Selanjutnya, mereka turun dan membawa puluhan poster sekaligus spanduk yang dibentangkan di depan Mapolres Pasuruan.

Spanduk itu berisikan banyak tulisan. Pada intinya, mereka meminta keadilan atas kasus yang dijeratkan kepada Samut, tetangga sekaligus keluarga bagi masyarakat Jurang Pelen.

Deretan Istri Bos TV Swasta di Indonesia, Mulai dari Liliana Tanoesodibjo hingga Nia Ramadhani

Aksi mereka ini sempat membuat kemacetan. Sebab aksi mereka dekat dengan Jalan Raya Banyuwangi - Surabaya. Namun, aksi tak berlangsung lama. Setelah menyuarkan aksinya, warga membubarkan diri. Mereka akan mengancam kembali jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Sutrisno, warga setempat, mengatakan, Samud adalah orang yang baik.

"Kami menuntut Samud dibebaskan. Dia orang yang baik dan sangat peduli dengan masyarakat, dan saya yakin dia tidak bersalah," katanya singkat kepada TribunJatim.com.

Usai menggelar poster, warga akhirnya meninggalkan Mapolres Pasuruan. Mereka mengaku mengaku mendapat informasi bahwa Samud, telah dibebaskan dari jerat hukum.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Budi Santoso, menegaskan, proses hukum terhadap Samud tetap berjalan. Bahkan saat ini pihaknya telah memanggil yang bersangkutan untuk diminta keterangannya sebagai tersangka ilegal mining.

Komunitas Koentoel Soerobojo, Inisiatif Gerakan Pungut Sampah di Stadion GBT Surabaya

“Proses hukum tetap berjalan. Kami sudah memanggil tersangka untuk dilakukan penyidikan atas pelanggaran Undang-undang Minerba,” katanya.

Sekadar diketahui, pada 14 September 2018 lalu, Korps Bhayangkara menangkap kegiatan ilegal minning yang diduga kuat melanggar pasal 158 UU RI No 4 Tahun 2009.

Saat itu, polisi mengamankan barang bukti dua exavator/ bego, tiga unit truk yang bermuatan tanah uruk/ sirtu, dan sejenisnya. (lih/TribunJatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved