Dilaporkan Saudaranya Sendiri, Kasus Tuduhan Pencurian 'Aneh' Durian di Jember Akan Disidangkan

Dilaporkan Saudaranya Sendiri, Kasus Tuduhan Pencurian Aneh Durian di Jember Akan Disidangkan.

Dilaporkan Saudaranya Sendiri, Kasus Tuduhan Pencurian 'Aneh' Durian di Jember Akan Disidangkan
TribunJatim/Galih Lintartika
Durian 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Pengadilan Negeri (PN) Jember akan menyidangkan perkara tuduhan pencurian durian pada bulan November 2018 ini. Terdakwa perkara itu adalah Busan (59) warga Desa Darsono Kecamatan Arjasa.

Selasa (13/11/2018) merupakan sidang lanjutan bermaterikan pembacaan eksepsi dan putusan sela. Majelis hakim menolak eksepsi dari penasehat hukum Busan.

Sebelumnya JPU Kejaksaan Negeri Jember mendakwa Busan memakai Pasal 362 KUHP tentang pencurian.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Jember Made Endra mengatakan, Busan didakwa telah mencuri durian sebanyak 120 biji.

"Jumlah durian yang diambil sebanyak 120 biji dengan nilai kerugian sebesar Rp 3.650.000. Jadi kalau berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung sudah bisa didakwa memakai tindak pidana umum, bukan Tipiring (tindak pidana ringan)," ujar Made kepada Surya (TribunJatim Network), Rabu (14/11/2018).

Made juga menegaskan, jika pelapor dalam perkara itu bukan adik kandung Busan.

"Bukan adiknya, dan meskipun ada hubungan keluarga tidak ada larangan dari sisi hukum untuk melapor. Perkara ini bermula dari tanah yang ditanami durian oleh terdakwa yang sudah dijual kepada pelapor. Namun rupanya terdakwa merasa bahwa durian itu masih miliknya sehingga dipanen dan dijual," imbuh Made.

Sementara itu, menurut panasehat hukum Busan, Ronny Bagus Hamzah, pelapor perkara itu masih memiliki hubungan saudara dengan Busan. Pelapornya adalah Wakik, keponakan Busan.

"Dan untuk kerugian dalam perkara itu hanya Rp 2,4 juta, kurang dari Rp 2,5 juta dan artinya itu jika mengacu kepada Perma (Peraturan Mahkamah Agung) maka seharusnya masuk dalam kategori Tipiring bukan tindak pidana umum," kata Ronny.

Ia menegaskan durian itu ditanam di tanah warisan dari ayah Busan. Pohon itu sudah ditanam sejak lama, dan dipanen oleh keluarga tersebut.

Namun setelah eksepsinya ditolak oleh majelis hakim, pihaknya siap mengikuti persidangan lanjutan bermaterikan pemeriksaan pokok perkara. Sidang lanjutan kasus itu akan digelar pekan depan. (Sri Wahyunik)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved