Rumah Politik Jatim

DPT di Jatim Bertambah Lebih Setengah Juta, Bawaslu Tak Diberi Salinan Data Oleh KPU

Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Jatim Bertambah Lebih Setengah Juta, Bawaslu Tak Diberi Salinan Data Oleh KPU.

DPT di Jatim Bertambah Lebih Setengah Juta, Bawaslu Tak Diberi Salinan Data Oleh KPU
TRIBUNJATIM/BOBBY KOLOWAY
KPU Jatim saat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pencermatan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan I, Senin (15/10/2018) di Surabaya. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim memberikan beberapa catatan pada proses perbaikan kedua Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Jatim. Di antaranya, penambahan sekitar 500 ribu pemilih dalam masa perbaikan.

Untuk diketahui, KPU Jatim telah menetapkan DPT hasil perbaikan kedua yang berjumlah 31.011.960 pemilih. Jumlah ini bertambah dari penetapan DPT sebelumnya yang berada di angka 30.490.255 pemilih saat ditetapkan pada akhir September 2018 lalu.

Komisioner Bawaslu Jatim pun memberikan catatan pada pertambahan 521.705 pemilih dalam waktu dua bulan perbaikan ini.

"Catatan Bawaslu kepada KPU terkait penyusunan DPT, bukan hanya untuk provinsi namun juga kabupaten dan kota," kata Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi kepada Surya.co.id (TribunJatim Network) ketika dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (14/11/2018).

Catatan Bawaslu Jatim tersebut di antaranya Daftar Pemilih di salah satu kabupaten yang masih tidak sesuai dengan sistem daftar pemilih (Sidalih) KPU. "Hampir semua kabupaten dan kota, DPT dan Sidalih tidak sesuai," katanya.

Mengutip penjelasan KPU Jatim, Aang menyebut ketidaksesuaian tersebut dikarenakan Sidalih yang masih dalam tahap perbaikan.

"Namun, dalam ketentuan penyusunan daftar pemilih, hard copy DPT harus sesuai dengan Sidalih. Sebab, seharusnya sidalih menjadi alat bantu penyusunan DPT," urai Aang.

Selain itu, pihaknya juga menyayangkan sikap KPU yang belum memberikan salinan data DPT yang terdiri nama dan alamat (by name, by address) kepada bawaslu Jatim.

Kembali mengutip penjelasan KPU Jatim, pemberian data tersebut terpaksa ditunda karena adanya perbaikan data.

"Pada dasarnya, kami masih menunggu salinan tersebut. Yang mana, nantinya akan kami audit dan tindaklanjuti berbagai temuan di lapangan. Kami masih menunggu karena menurut Bawaslu masih dalam proses," kata Aang.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved