DPRD Kabupaten Pasuruan Kritik Anggaran Untuk Perbaikan RTLH Terlalu Kecil

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan sudah menyiapkan anggaran Rp 28 miliar di tahun 2019 untuk perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten

DPRD Kabupaten Pasuruan Kritik Anggaran Untuk Perbaikan RTLH Terlalu Kecil
SURYA/DAVID YOHANES
Salah satu rumah warga yang tak layak huni (RTLH) 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan sudah menyiapkan anggaran Rp 28 miliar di tahun 2019 untuk perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pasuruan.

Nilai anggaran yang digelontorkan tahun depan lebih besar dibandingkan nilai anggaran yang digelontorkan tahun ini. Perbedaannya, hampir Rp 8 miliar. Tahun 2018, Pemkab menyiapkan Rp 20 miliar dan tahun depan Rp 28 miliar.

Semakin besar anggaran yang dikucurkan untuk perbaikan RTLH ini bukan tanpa alasan. Tapi, alasan terkuatnya adalah karena Pemkab menginginkan semua masyarakat Pasuruan untuk mendapatkan hak untuk hidup layak dengan tempat tinggal yang layak.

Target perbaikan rumah RTLH di tahun depan mencapai 2.000 rumah, sedangkan di tahun ini hanya 1.600 rumah. Dan target tahun ini sudah terpenuhi semuanya.

Kota Mojokerto Darurat Narkoba, BNN Tangkap Bandar Besar Yang Membawa 1 Kg Sabu-sabu

Sayangnya, gelontoran miliaran anggaran untuk perbaikan RTLH ini mendapatkan kritikan dari sejumlah anggota dewan.

Ruslan, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan dadi fraksi PDI Perjuangan mengatakan, anggaran untuk RTLH terlampu kecil. Marena hanya Rp 12,5 juta per unitnya.

“Sementara standar bangunan yang harus dipenuhi, cukup tinggi. Termasuk ada WC-nya. Jadi, sangat berat untuk mewujudkan rumah layak dengan anggaran kecil itu,” katanya kepada TribunJatim.com.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi. Ia berharap, penambahan anggaran untuk setiap unit RTLH bisa dilakukan.

“Memang persoalan RTLH domain komisi lain. Tapi, kami berharap, agar ada penambahan anggaran untuk unit RTLH. Apakah dengan menambah pagu anggaran yang diusulkan, atau dengan mengurangi rencana rumah yang akan dibenahi,” tandasnya kepada TribunJatim.com.

Kepala Dinas PU Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan, Misbah Zunib mengungkapkan, program pembenahan RTLH bakal berlanjut tahun depan.

Batal Pailit, Berikut Fakta-fakta Merpati Airlines yang Kembali Beroperasi Setelah 4 Tahun Mangkrak

Halaman
12
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved