Rumah Politik Jatim

Sebanyak 12 Ribu Pemilih di Lapas se Jatim Terancam Tak Bisa Ikut Pemilu 2019

Sebanyak 12 Ribu Orang Pemilih yang berada di Lapas se Jatim Terancam Tak Bisa Ikut Pemilu 2019 dan Gunakan Hak Pilih.

Sebanyak 12 Ribu Pemilih di Lapas se Jatim Terancam Tak Bisa Ikut Pemilu 2019
TRIBUNJATIM/IST
Sejumlah warga binaan Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo mengantre perekaman E-KTP, Selasa (9/10/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - KPU Jatim mencatat hingga kini masih ada sekitar 12 ribu pemilih di lembaga permasyarakatan (Lapas) se-Jatim yang berpotensi tak bisa memberikan suaranya pada pemilu 2019 mendatang.

"Jumlah tersebut tersebar di sekitar 30-an lapas di Jatim dan belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT)," kata Komisioner KPU Jatim, Choirul Anam di Surabaya, Kamis (15/11/2018).

Menurut Anam, potensi jumlah pemilih di Lapas mencapai 23 ribu pemilih. Namun dari jumlah tersebut, baru sekitar 10,5 ribu pemilih yang dapat melengkapi berkas persyaratan pemilih.

"Artinya pemilih tersebut memiliki data pribadi yang lengkap. Misalnya kartu identitas. Sisanya, dari sisi administrasi ada data yang tidak lengkap," kata Anam menambahkan.

DPT di Jatim Bertambah Lebih Setengah Juta, Bawaslu Tak Diberi Salinan Data Oleh KPU

Sebagai solusi masalah tersebut, pihak KPU akan berkonsultasi dengan KPU RI, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispwndukcapil), hingga Kementerian Hukum dan HAM (KemenkumHAM).

"Kami tak bisa memasukkan data pemilih di lapas tanpa adanya data administrasi yang bersangkutan. Sehingga, akan kami konsultasikan terlebih dahulu ke pihak terkait," tandas Anam yang membawahi Divisi Data dan Informasi KPU Jatim ini.

Besarnya jumlah potensi pemilih di lapas tersebut juga menjadi perhatian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu Jatim).

Rais Aam KH Maruf Amin Nyawapres, Halaqah Ulama & Anak Cucu Pendiri NU Serukan Muktamar Luar Biasa

Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi berharap kepada KPU Jatim untuk segera menemukan formula agar mengakomodir pemilih di lapas.

"KPU perlu memperhatikan pemilih yang berada di lembaga permasyarakatan. Termasuk, pemilih yang juga belum melakukan perekaman KTP elektronik," tandasnya.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jatim telah menetapkan DPT hasil perbaikan kedua yang berjumlah 31.011.960 pemilih, Rabu (14/11/2018).

Setelah Seperempat Abad, Megawati Tiba-tiba Ingin Mundur dari Ketua Umum PDIP: Saya Makin Kesal

Jumlah ini bertambah dari penetapan DPT sebelumnya yang berada di angka 30.490.255 pemilih saat ditetapkan pada akhir September 2018 lalu. (Bobby Koloway)

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved