Simpan Sabu Paket Hemat, Warga Gresik Dituntut Hukuman 7 Tahun dan Denda Rp 800 Juta

Menyimpan Sabu-sabu Paket Hemat, Warga Gresik ini Dituntut Hukuman 7 Tahun dan Denda Rp 800 Juta.

Simpan Sabu Paket Hemat, Warga Gresik Dituntut Hukuman 7 Tahun dan Denda Rp 800 Juta
TRIBUNJATIM/SUGIYONO
Terdakwa Roy Putro Purnomo saat menjalani sidang tuntutan di PN Gresik atas kasus kepemilikan narkoba jenis sabu, Kamis (15/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Terdakwa Roy Putro Purnomo (39), warga Desa Dermo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik dituntut hukuman oleh JPU Kejari Gresik selama 7 tahun dan denda Rp 800 Juta subsider 6 bulan penjara, Kamis (15/11/2018).

Jaksa Febrian Dirgantara mengatakan, terdakwa Roy Putro Purnomo dinilai secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana secara tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai narkotika golongan 1 bukan tanaman.

Perbuatan tersebut diatur  dalam pasal 112 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Oleh karena itu, menuntut hukuman terhadap terdakwa dengan hukuman penjara selama 7 tahun penjara dan denda Rp 800 Juta subsider 6 bulan penjara. Hukuman itu dikurangi  masa tahanan,” tegas Febrian dihadapan ketua majelis hakim Gresik'>PN Gresik Eddy dan kuasa hukum terdakwa Lina Kamilah, Kamis (15/11/2018).

Tuntutan terdakawa Roy ini berdasar bukti dan saksi dalam persidangan. Barang bukti yang diamankan, yaitu sebuah dompet berisi dua paket sabu masing-masing beratnya 1,75 gram dan 1,15 gram.

Selain itu, sebuah plasti klip, sebuah kompor yang terbuat dari botol kaca, sebauh korek api, sebuah isolasi, sebuah sedotan plastik, sebuah timbangan elektronik dan sebuah ponsel.

Atas putusan tersebut, kuasa hukum terdaka Lina Kamilah mengaku akan menyampaikan permohonan keberatan melalui persidangan dengan agenda pledoi. “Kami sampaikan pembelakaan secara tertulis yang mulia,” katanya.

Sementara ketua majelis hakim Gresik'>PN Gresik Eddy mengatakan, terdakwa Roy juga bisa membuat pembelaan pribadi secara tertulis untuk disampaikan dalam persidangan.

“Silahkan terdakawa bisa membuat pembelaan sendiri secara tertulis dan dibacakan pada pekan depan,” kata Eddy.

Diketahui, terdakwa Roy Putro Purnomo ditangkap jajaran Polres Gresik pada 13 Juni 2018 saat di rumahnya karena menyimpan dan memiliki sabu paket hemat (Pahe). Sabu tersebut dikonsumsi sendiri untuk keperluan kerja lembur. (Sugiyono)

Penulis: Sugiyono
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved