LKSM : Kadis Parbud magetan Harus Bertanggungjawab di Proyek Pavingisasi di Telaga Sarangan

LPKSM) Patriot minta kontraktor pelaksana proyek pembangunan pavingisasi Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten magetan harus membongkar

LKSM : Kadis Parbud magetan Harus Bertanggungjawab di Proyek Pavingisasi di Telaga Sarangan
Surya/ Doni Prasetyo
Material pembangunan proyek jalan paving lingkar Telaga Sarangan Tahap II yang menelan dana Rp 1.676.744.932, diduda menyimpang tidak sesuai spesifikasi teknis proyek jalan paving dengan beban tinggi. 

 TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Patriot minta kontraktor pelaksana proyek pembangunan pavingisasi Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten magetan harus membongkar dan dikerjakan kembali sesuai spesifikasi teknis proyek itu.

"Warga Sarangan tahu proyek itu dikerjakan tidak sebagaimana mestinya. Akibat, penyimpangan pelaksanaan pembangunan paving itu tiga anak anak pengunjung wisata Sarangan terjatuh dari kida, setelah kaki kuda terperosok karena paving yang diinjak terlepas dari tempat," kata Ketua LPKSM Patriot Magetan Noorman kepada TribunJatim.com,Kamis (15/11/2018).

Mestinya, lanjut Noorman, untuk pemasangan paving, pertama.pemandatan tanah, kemudian urukan pasir sebagai dasar peletakan paving setebal 15 centimeter, baru paving ditata direkatkan dengan lasir untuk menutup samping antar paving, terakhir disiram pasir.

"Mulai pengerjaan, warga tidak melihat adanya pemadatan tanah dengan mesin wales (penumbuk), tidak ada urukan pasir, Pelaksana hanya memberi tanah beledu (lumpur kering) bukan pasir, sebagai dasar memasang paving. Pantas begitu hujan, paving keluar, karena tanah beledu pengganti pasir, larut terbawa air," jelasnya kepada TribunJatim.com.

VIDEO: Keseruan Book Fair on Station di Stasiun Gubeng Surabaya, Harga Bukunya Terjangkau

Tidak hanya itu, tambah Noorman, paving yang dipasang untuk kelas jalan lingkar Telaga Sarangan, yang memiliki beban sangat tinggi itu harus memiliki spesifikasi ketebalan 8 centimeter (cm), dan punya kateristik (K) 300 kg/cm2, sesuai tes hammer kekuatan beton.

"Artinya, kalau paving yang dipasang dan ditumpuk di lokasi proyek secara kasat mata bisa dilihat ketebalnnya hanya enam centimeter. Jadi secara teknik itu menyimpang dan menjurus ke korupsi. Karena itu harus dibongkar, karena merugikan negara," kata Noorman kepada TribunJatim.com.

Menurut Noorman, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Magetan mestinya harus mengingatkan, kalau pelaksana proyek menyimpang.

Di pavingisasi jalan lingkar telaga yang pembangunan tahap II menelan anggaran Rp 1.676.744.932 dari APBD tahun anggaran (TA) 2018 Pemkab Magetan ini seakan Kadisparbud tidak bertangungjawab.

Djanur Minta Persebaya Surabaya Waspadai Kekuatan Bali United di Kandangnya

"Mulai papan proyek yang tidak tertulis jelas kapan proyek dimulai dan kapan berakhir, hanya di tulis jangka waktu150 hari kerja. Tidak jekas, dari sini Kadispabud sudah harus mengingatkan. Tapi ini dibiarkan, apalagi pelaksanaan proyek. Ada apa ini. Kalau alasan Kadisparbud, menjabat di Parbud sudah ada SPK, apa dia membiarkan proyek menyimpang," ujar Noorman kepada TribunJatim.com.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Magetan Bambang Setiawan yang dikonfirmasi menyebut, kalau menjabat sebagai Kadisparbud proyek pembangunan paving jalan lingkar Telaga Sarangan itu sudah ditenderkan tahap II, dan mengaku tidak tahu menahu.

"Saat tender pembangunan tahap I dan II, saya belum masuk (menjabat di Disparbud), saya masuk sudah ada SPK (Surat Perintah Keja) Bapak," kata Bambang kepada TribunJatim.com.(Doni Prasetyo/TribunJatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved