Ritel Sering Melanggar, Nomor PIRT dan Tanggal Kadaluarsa Jadi Perhatian Serius BPOM

Banyaknya Ritel Sering Melanggar Saat Dioperasi, Nomor PIRT dan Tanggal Kadaluarsa Akhirnya Jadi Perhatian Serius BPOM.

Ritel Sering Melanggar, Nomor PIRT dan Tanggal Kadaluarsa Jadi Perhatian Serius BPOM
TRIBUNJATIM/SULVI SOFIANA
Kepala Balai Besar POM Surabaya, I Made Bagus Gerametta dalam Forum Diskusi yang diadakan PT Hero Supermarket di Mercure Hotel, Jumat (16/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Nomor Produksi Industri Rumah Tangga pangan (PIRT) dan tanggal kadaluarsa menjadi perhatian serius utama setiap pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tingkat retail. Hal ini juga menjadi bahan dalam Forum Diskusi yang diadakan PT Hero Supermarket di Mercure Hotel, Jumat (16/11/2018).

Mengangkat tema “Penerapan Keamanan Pangan untuk Mencapai Good Retail Practices”, sejumlah Store Manager Giant dan Hero Supermarket wilayah Jawa Timur, Denpasar dan Mataram hadir dalam diskusi ini.

Kepala Balai Besar POM Surabaya, I Made Bagus Gerametta mengungkapkan, produk dengan masa kadaluarsa yang lewat dan kode PIRT yang tidak sesuai kerap disita saat pemeriksaan di tingkat ritel.

"Perlu dipahami kalau produsen mennentukan tanggal kadaluarsa itu sebagai jaminan keamanan produknya. Kalau lebih dari tanggal kadaluarsa masih di jual itu keamanan produknya sudah tidak dijamin. Jadi ritel tidak bisa beropini berapa hari atau bulan setelah kadaluarsa masih bisa dipajang," ujarnya, di sela diskusi pada SURYA.co.id (TribunJatim Network), Jumat (16/11/2018).

Sementara PIRT, katanya sering digunakan oleh UKM sebagai data produk yang dipasarkan. Kewenangan PIRT ini merupakan kewenangan pemerintah daerah, dan setiap kode PIRT bisa di cek melalui aplikasi BPOM yang bisa diakses umum.

"Izinnya dari pemda, tapi bisa di cek apa memang produknya sesuai dari pemda. Misalkan kode kemasan 1 untuk gelas, jika produknya ternyata kemasannya tidak gelas ya harus disita,"ujarnya.

Selain itu, ritel merupakan simpul akhir yang berhubungan langsung dengan masyarakat selaku konsumen. Untuk memastikan risiko kerusakan pangan yang diserahkan kepada konsumen dapat diminimalkan sebagai akibat kesalahan dalam penanganan, pemajangan dan penyimpanannya.

Maka BPOM RI telah menerbitkan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor HK.03.1.23.11.10569 Tahun 2011 tentang Pedoman Cara Ritel Pangan Yang Baik (CRPB).

"CRPB merupakan kegiatan pada tempat penjualan termasuk toko modern agar pangan yang diperdagangkan atau diperjualbelikan terjaga mutunya, aman dan layak dikonsumsi," jelasnya.

Hadrianus Wahyu Trikusumo, Direktur PT Hero Supermarket Tbk menambahkan pihaknya yang merupakan rantai pangan terakhir yang langsung berhubungan dengan konsumen, kegiatan ritel sangat penting dalam menyediakan pangan yang aman bagi masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan toko-toko yang dapat dipercaya oleh pelanggan, salah satu caranya adalah dengan menjaga kualitas dan keamanan produk karena pelanggan adalah fokus utama kami," tegasnya.

Diskusi bersama BPOM ini menurut Hadrianus akan menjawab perbedaan persepsi di lapangan terkait aturan yang diterapkan BPOM.

Apalagi sejumlah manajer ritel masih mempertanyakan tindakan aman pemajangan produk yang mendekati expired date atau penerimaan suplai produk dengan PIRT.

"Dengan pemahaman terkait regulasi yang berlaku, kami dapat lebih memahami dan mengaplikasikan dalam kegiatan operasional sesuai Good Retail Practices,” ungkapnya.

Ia menjelaskan diskusi ini merupakan lanjutan dari rangkaian kegiatan Forum Diskusi HERO Group dengan BPOM yang sebelumnya telah diselenggarakan pada 18 Oktober 2018 di Tangerang selatan, dan di lima wilayah lainnya yaitu Makassar, Jakarta, Palembang, Semarang, dan Banjarmasin. (Sulvi Sofiana)

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved