Kemenko Perekonomian Akan Susun Skema Pendidikan Vokasi, Cegah Penambahan Pengangguran

pemerintahan Jokowi - Jusuf Kalla fokus kepada pengembangan sumber daya manusia, salah satunya melalui pendidikan vokasi.

Kemenko Perekonomian Akan Susun Skema Pendidikan Vokasi, Cegah Penambahan Pengangguran
sri wahyunik/surya
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono (tengah) dan Bupati Jember Faida (kanan) saat menjadi pembicara di acara talkshow di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Rabu (21/11/2018) malam. 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan pemerintahan Jokowi - Jusuf Kalla fokus kepada pengembangan sumber daya manusia (SDM), salah satunya melalui pendidikan vokasi.

Hal ini ditegaskan Susiwijono usai menjadi narasumber talkshow Pencapaian Kinerja Jokowi - JK di bidang ekonomi di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Rabu (21/11/2018) malam.

"Di tahun keempatnya, pemerintah fokus kepada pendidikan vokasi sebagai bentuk peningkatan sumber daya manusia," ujar Susi kepada TribunJatim.com.

Menurutnya, saat ini pemerintah melalui Kemenko Perekonomian sedang menyusun skema pendidikan vokasi yang ideal.

Inilah 4 Buku Best Seller 2018 yang Wajib Dibaca

"Besok Jumat kami akan mengumpulkan delapan gubernur termasuk Gubernur Jatim untuk membahas ini," kata Susi kepada TribunJatim.com.

Ia mengakui masukan dari peserta talkshow di Jember akan dibawanya dalam pertemuan itu.

Ia mengakui harus ada konsep ideal dan reformis supaya alumni pendidikan vokasi, seperti SMK, tidak lagi menjadi penyumbang tingkat pengangguran.

"Jadi untuk jurusan yang sudah jenuh, bisa dievaluasi supaya tidak menyumbang tingkat pengangguran," tegasnya kepada TribunJatim.com.

Dalam talkshow itu Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger Kuncoro Dhiya'uddin mengatakan ada sejumlah jurusan di SMK yang sudah jenuh, seperti perkantoran, atau administrasi.

"Beberapa jurusan yang sudah jenuh itu malah lulusannya menyumbang tingkat pengangguran. Lulusan pendidikan vokasi harusnya bisa diterima di dunia kerja," tegas Kuncoro.

Persebaya Vs Bhayangkara FC, Jamu The Guardian, Djanur Duetkan David da Silva dengan Osvaldo Haay

Karenanya, diperlukan jurusan pendidikan vokasi yang diperlukan dunia kerja juga disertai sertifikasi kepada lulusannya.

Sedangkan Bupati Jember Faida sempat melontarkan usulan adanya SMK karnaval. Hal ini untuj menunjang Jember sebagai Kota Karnaval di Indonesia.

"Apalagi Jember ini sedang promosi melalui 4-C (Coffe, Cocoa, Cigarette, dan Culture). Culture ini salah satunya bagaimana menunjang Jember sebagai Kota Karnaval, diperlukan SMK karnaval untuk menunjang keahlian itu," kata Faida. (Sri Wahyunik/TribunJatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved