Tekan Kasus Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir, Pemkab Pasuruan Mencanangkan Program Penakib

Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Bangil mencanangkan Forum PENAKIB (Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi).

Tekan Kasus Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir, Pemkab Pasuruan Mencanangkan Program Penakib
(Surya/Galih Lintartika)
Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf saat mencanangkan Penakib di Pasuruan 

TRIBUNJATIM.COM,PASURUAN - Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Kesehatan dan RSUD Bangil mencanangkan Forum PENAKIB (Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi).

Pencanangan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, Kamis (22/11/2018) di Kebun Raya Purwodadi. Tujuan pencanangan ini untuk menekan kasus kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir.

Dr Agung Basuki, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan mengatakan, PENAKIB merupakan bentuk upaya tanggung jawab profesi para dokter ahli kandungan dalam melihat segala permasalahan kematian ibu baru melahirkan dan bayi baru lahir.

“Melalui program PENAKIB, kami upayakan percepatan penurunan AKI sampai maksimal,” kata Agung, sesaat setelah acara selesai dilaksanakan kepada TribunJatim.com .

Ditambahkan Agung, pelaksanaan program Penakib dilakukan melalui beberapa cara, diantaranya scoring (penilaian) faktor resiko, bekerjasama dengan pihak puskesmas hingga dinas kesehatan, hingga pendataan kepada para ibu hamil yang tinggal di suatu kawasan.

Pemkot Surabaya Gelar Pameran Foto dan Launcing Buku Pasak Sejarah Indonesia Kekinian di CWS

“Dalam pendataan, setiap ibu hamil akan diperiksa kondisi kehamilannya untuk mengetahui ada tidaknya faktor resiko terjadinya perdarahan atau preekelampsia. Dari hasil scoring faktor resiko itu dapat diketahui, perlu tidaknya seorang ibu hamil memperoleh bentuk penanganan lebih lanjut," terangnya kepada TribunJatim.com.

Jika bumil beresiko mengalami pendarahan, kata dia maka segera dirujuk ke rumah sakit, diinfuse dan setelah melahirkan nanti segera mendapat obat-obatan khusus untuk menghindari pendarahan hebat.

Selama ini, kasus di lapangan selalu tersampaikan bahwa sebanyak 50 persen penyebab kematian ibu melahirkan disebabkan karena preeklamspia dan perdarahan.

"Sehingga sejak awal, kami fokus untuk mengintervensi kedua penyebab tersebut. kami harapkan dengan cara ini maka faktor resiko dapat diketahui sedini mungkin sehingga resiko kematiannya bisa ditekan,” jelasnya kepada TribunJatim.com.

Sementara itu, Bupati Irsyad menegaskan, kasus kematian ibu baru melahirkan dan bayi baru lahir adalah permasalahan yang tidak boleh dianggap enteng. Sehingga semua cara harus dilakukan, mulai dari sosialisasi sampai tingkat bawah hingga penanganan medis ketika kasus tersebut sedang terjadi.

Terpilih 10 Grand Finalis Penyanyi Anak dan Pencipta Lagu Anak dalam Ajang LSAI 2018

“Ini menyangkut nyawa seseorang, jadi harus betul-betul diperhatikan. Mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kesehatan terutama Bidan, bersama Tim penggerak PKK dan pemberdayaan Masyarakat dengan melibatkan Kader Posyandu sebagai pendamping Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi. Semua harus tanggap cepat, jangan sampai terlambat, supaya semakin turun kasus kematian ibu dan bayi,” ucap Irsyad.

Sekadar diketahui, jumlah kasus Kematian Ibu baru melahirkan di Kabupaten Pasuruan mulai januari- November 2018 mencapai 26 kasus, sedangkan Kematian Bayi sebanyak 109 kasus. Jumlah tersebut menurut Irsyad harus terus ditekan sampai nol.

“Bidan, dokter, kader kesehatan dan semua yang ada kaitannya dengan penanganan ibu yang akan melahirkan, harus sama-sama cepat dalam melakukan penanganan maupun sosialisasi. Kita bantu warga yang miskin, jangan sampai pelayanan tidak maksimal," tutupnya. (lih/TribunJatim.com)

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved