Diperlakukan Tidak Adil, Seorang Kakek di Magetan Dibunuh Cucunya

Sukimin (81) warga Desa Purwodadi RT16/RW02, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, ditemukan tergeletak dibelakang rumahnya dengan luka pada lehernya.

Diperlakukan Tidak Adil, Seorang Kakek di Magetan Dibunuh Cucunya
Surya/ Doni Prasetyo
Polisi evakuasi jenazah Sukimin (81) yang dibunuh Sugiyanto, cucunya sendiri. Karena cemburu, merasa tidak mendapat perhatian yang sama dari saudara saudaranya. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Sukimin (81) warga Desa Purwodadi RT16/RW02, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, ditemukan tergeletak dibelakang rumahnya dengan luka pada lehernya.

Semula, banyak yang menduga korban bunuh diri, tapi setelah Polisi menemukan sejumlah keganjilan, dan akhirnya menangkap Sugiyanto cucu korban.

Menurut Kapolres Magetan AKBP Muhammad Rifai, kasus pembunuhan ini berawal karena rasa cemburu, tidak mendapat perlakuan yang sama dari saudara saudaranya.
Memuncaknya saat korban (Sukimin) ketika malam, ia menggedor pintu untuk dibukakkan.

"Saat gedor pintu itu selain teriak minta dibukakan, korban juga ngoceh dalam bahasa Jawa, patenono aku, ben rogoku sesuk dikubur wong wong (bunuh saja aku, biar tubuhku besuk dikubur orang orang)," kata Kapolres AKBP Muhammad Rifai didampingi Kasat Reskrim AKP Sukatni kepada Surya, Jumat (23/11-2018).

Mendengar ocehan korban itu, lanjut Kapolres AKBP Muhammad Rifai, timbul ide tersangka untuk menghabisi kakeknya itu, dengan pisau lipat yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Hentikan Pria yang Menyerangnya, Polisi Lamongan Bakal Dapat Reward Sekolah Perwira

"Rencana TSK dilakukan dengan cara masuk ke rumah korban lewat jendela. Kemudian setelah melihat kakek Sukimin tertidur pulas dengan tangan terlentang, TSK serta merta membekap korban dengan tangan kirinya, kemudian menyeretnya ke belakang rumah korban," jelas Kapolres kepada TribunJatim.com .

Dikatakan Kapolres, setelah sampai dibelakang rumah, TSK langsung menindih dada korban dengan kakinya dan tangan kiri membekap mulut korban. Sementara tangan kanan, menghunus pisau lipat yang dibawanya dari rumahnya itu.

"Korban ditusuk menyamping satu kkali, kemudian dari arah belakang dua kali, sehingga luka cukup dalam dan menyembakan perdarahan hebat, hingga mengenai pakaian, celana dan sandal tersangka," kata AKBP AKBP Muhammad Rifai kepada TribunJatim.com .

Setelah memastikan kakeknya tidak bergerak lagi, tersangka menyeret korban dengan memegangi kakinya ke semak.semak, yang kemudian menutupinya dengan daun yang ada dibelakang rumah korban.

"Setelah TSK menyeret korban dan menyelipkan pisau lipat ke pinggang korban, agar terlihat korban bunuh diri. TSK lari ke rumahnya sendiri untuk mandi dan mencuci pakaian yang terkena darah kakeknya," kata Kapolres Magetan Muhammad Rifai.

Gisella Anastasia Jawab Isu Ceraikan Gading Marten Karena Orang Ketiga, Ini yang Terjadi Sebenarnya

Akibatnya, tersangka Sugiyanto yang masih cucu korban diancam dengan pidana penjara selama lamanya 20 tahun, karena dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dengan terlebih dahulu direncanakan.

"Tersangka kami jerat pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP, dugaan tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain dengan direncanakan terlebih dahulu,"kata Kapolres Muhammad Rifai seraya menanbakkan, menyita sejumlah barang bukti dan pisau lipat, sebagian ditemukan ditempat kejadian perkara (TkP) sebagian disita dari tangan tersangka. (Doni Prasetyo./TribunJatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved