BPPT Siapkan Teknologi Pembelajaran Kopi dan Cokelat di Tingkat Sekolah ‎di Banyuwangi

adan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendukung Pemkab Banyuwangi untuk mengembangkan tambahan pelajaran tentang kopi

BPPT Siapkan Teknologi Pembelajaran Kopi dan Cokelat di Tingkat Sekolah ‎di Banyuwangi
SURYA/HAORRAHMAN
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat menikmati kopi di Desa Adat Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu (10/11/2018) malam. 

 TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mendukung Pemkab Banyuwangi untuk mengembangkan tambahan pelajaran tentang kopi dan cokelat bagi para pelajar.

BPPT menyiapkan teknologi untuk memudahkan para pelajar memahami kopi dan cokelat sebagai komoditas potensial yang ada di Banyuwangi.

“Keinginan Banyuwangi untuk memperkenalkan dunia kopi dan kakao sebagai bahan baku cokelat kepada para pelajar sejak SMP layak diapresiasi. Apalagi jika diusulkan untuk membuka SMK jurusan kopi dan cokelat, mengingat Banyuwangi memiliki potensi kopi dan kakao yang kualitasnya telah diakui dunia,” ujar Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, Soni Solistia Wirawan, di Banyuwangi, Sabtu (24/11).

Peluang Juara Sudah Tertutup, Persib Bandung Fokus Finish di 3 Besar Klasemen Akhir Liga 1

“Kami sudah lama melakukan penelitian tentang kopi dan cokelat, pasti dengan senang hati kami akan mendukung rencana Banyuwangi untuk menggeber pengenalan kopi dan cokelat ke pelajar. Mereka bisa menjadi pengusaha kreatif bidang kopi dan cokelat yang pasarnya sangat besar di dunia,” imbuh Soni usai bertemu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Menurut Soni, bentuk dukungan tersebut bisa diwujudkan dalam banyak hal.

"Kami bisa bantu apa saja untuk pengembangan jurusan ini. Misalnya, memberi masukan untuk penyusunan silabus berdasarkan pengalaman yang kita miliki. Selain juga, cara pemrosesan mulai pembibitan yang bagus, hingga teknik pengolahan yang tepat," kata Soni.

"Bahkan, kami juga siap memberikan bantuan teknologi, seperti alat penyangrai kopi dan masih banyak lainnya,” tambahnya kepada TribunJatim.com .

Bupati banyuwangi Abdullah Azwar Anas. membeberkan, potensi agribisnis Banyuwangi sangat melimpah, khusunya kopi dan kakao. Bahkan kakao Glenmore Banyuwangi dikenal sebagai salah satu bahan cokelat terbaik dunia.

"Banyuwangi berkolaborasi dengan BUMN perkebunan PTPN XII tengah menyiapkan kegiatan ekstrakurikuler kopi dan cokelat bagi pelajar SMP dan SMA/SMK, termasuk di sekolah yang berbasis pondok pesantren. Untuk SMA dan SMK, kami mengusulkan ke pemerintah provinsi agar dibuka jurusan kopi dan cokelat," kata Abdullah Azwar Anas kepada TribunJatim.com.

Lagu Sebuah Lagu Payung Teduh Diputar di Akhir Credit Title Wreck-It Ralph 2, Ini Liriknya

Abdullah Azwar Anas menambahkan, SMP dan SMA/SMK termasuk yang berbasis pesantren yang dekat dengan lokasi perkebunan bakal mulai dimasuki ekstrakurikuler kopi dan cokelat.

"Dengan strategi ini, harapan kami bisa lahir banyak entrepreneur yang kreatif dalam menggarap potensi agro di Banyuwangi. Tidak hanya kopi dan coklat, potensi hortikultura seperti jeruk, buah naga, dan manggis Banyuwangi juga melimpah. Kami ingin BPPT membantu kami teknologi pengembangannya," kata Anas.

Menurut Soni, BPPT juga siap membantu pengembangan potensi pertanian yang kin marak dirintis anak-anak muda Banyuwangi.

"Di sini sudah mulai tumbuh rintisan perusahaan bidang agro, kami akan lihat mana saja yang bisa kami dukung teknologinya," kata Soni. (haorrahman/TribunJatim.com)

Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved