Lewat Batik Fashion Festival 2018, APPMI DPD Jatim Berharap Batik Bisa 'Memasyarakat'

Ketua APPMI DPD Jatim, Denny Djoewardi menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk memasyarakatkan batik agar bisa dikenakan untuk setiap hari.

Lewat Batik Fashion Festival 2018, APPMI DPD Jatim Berharap Batik Bisa 'Memasyarakat'
TRIBUNJATIM.COM/ARIE NOER RACHMAWATI
Ketua Asosiasi Pengusaha Perancang Model Indonesia (APPMI) DPD Jatim, Denny Djoewardi. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Potensi busana batik di Jawa Timur menunjukkan tren yang terus meningkat.

Hal inilah kemudian menginisiasi Asosiasi Pengusaha Perancang Model Indonesia (APPMI) DPD Jatim dengan ITC Surabaya mengadakan Batik Fashion Festival 2018.

Ketua APPMI DPD Jatim, Denny Djoewardi menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk memasyarakatkan batik agar bisa dikenakan untuk setiap hari.

"Jadi tidak hanya khusus event saja tapi segalanya bisa dipakai mulai dari sehari-hari, busana muslim, atau pesta," jelasnya disela-sela acara, Minggu (25/11/2018).

Jamu Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya Bertekad Jungkalkan Juara Liga 1 Musim Lalu di Hadapan Bonek

Dalam kegiatan itu pula, kata Denny, kali pertama pihaknya menggandeng para usaha kecil dan menengah (UKM) fashion batik di Jatim.

"Supaya ke depannya, di sini dapat menjadi pusat mode batik di Jatim. Nanti kami juga bakal bikin outlet batik tulis karena di ITC kan banyak batik printingnya, nah kalau sudah ada outlet batik tulisnya bisa menjadi menjadi pelengkap," ujarnya.

Adapun dalam festival batik tersebut juga di gelar fashion show batik dengan menghadirkan beragam busana batik dari para perancang busana di Jatim.

Pernah Dibobol Bhayangkara FC 3 Gol, Kiper Persebaya Surabaya Siapkan Mental dan Fokus di GBT

"Kebanyakan batik yang ready to wear seperti Batik Madura yang dimodifikasi lebih modern dan bisa menjangkai kalangan millenials. Karena kegiatan ini juga agar antara desainer dan UKM bisa bersatu mewujudkan busana batik yang siap pakai dan disukai masyarakat," tambahnya.

Dia menambahkan, tiap-tiap perancang bakal menunjukkan lima karya rancangannya ditambah 10 hasil rancangan untuk lomba busana batik.

"Untuk motifnya ada daun talas yang dimodifikasi hingga warna hitam ke merah-merahan," tambahnya.

Djanur Mengaku Tak Nyaman Persebaya Surabaya Dapat Julukan The Giant Killer

Penulis: Arie Noer Rachmawati
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved