Tiba di Kampung Bena NTT, Rider Honda PCX Luxurious Trip 2018 Disambut Tokoh Adat Setempat

Seperti beberapa waktu sebelumnya, sejumlah medan khas Flores, NTT dilalui para riders untuk menuju Kampung Bena.

Tiba di Kampung Bena NTT, Rider Honda PCX Luxurious Trip 2018 Disambut Tokoh Adat Setempat
TRIBUNJATIM.COM/PRADHITYA FAUZI
Para rider yang tergabung dalam event PCX Luxurious Trip 2018, The Inspiring Journey yang diadakan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) di Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (25/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pradhitya Fauzi

TRIBUNJATIM.COM, NUSA TENGGARA TIMUR - Event bertajuk 'PCX Luxurious Trip 2018, The Inspiring Journey' yang diadakan PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) di Nusa Tenggara Timur (NTT) sempat menyedot perhatian masyarakat.

Bagaimana tidak, sejumlah medan terjal, berlubang, becek, sampai cuaca ekstrem diterabas tanpa hambatan.

Bahkan, 16 motor Honda PCX (terdiri dari 10 ABS dan 6 CBS) yang dikemudikan 16 rider dari sejumlah daerah di Indonesia, tak mengalami kendala saat menyusuri beragam medan itu.

Termasuk saat hendak mengunjungi Desa Bena, di mana sebelumnya telah mendatangi Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Minggu (25/11/2018).

Mengaku Kesulitan Ekonomi, Kakek Asal Surabaya Dapat Hadiah Undian Sepeda Motor Acara Fun Bike

Seperti beberapa waktu sebelumnya, sejumlah medan khas Flores, NTT dilalui para riders untuk menuju Kampung Bena.

Bahkan, waktu tempuh pun terbilang tidak lah sebentar, yakni tujuh jam.

Selama tujuh jam itu, ada aneka rintangan yang dilewati, mulai jalanan berkerikil, kelokan yang berhadapan langsung dengan bibir jurang, hingga bekas terkena reruntuhan tebing.

Cuaca di Bulan Desember-Februari Redupkan Asap di Tungku Pemanggangan Ikan di Bangkalan

Sesampainya di desa yang berada di Desa Tiwuriwu, Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Flores, NTT, para rider disambut Kepala Suku setempat bernama Poli.

Poli memberikan cindera mata berupa selembar syal yang berasal dari kain tenunan asli kampungnya tersebut.

Ia kemudian mengajak para rider berkeliling dan menceritakan beragam hal tentang perkampungan megalithikum itu.

"Di sini itu desa adat, ada sembilan suku yang tinggal di sini," beber Poli kepada para riders lalu menunjuk kain tenun karya warganya.

Hujan Deras Mengguyur, Banjir Genangi Sejumlah Wilayah di Sidoarjo

Penulis: Pradhitya Fauzi
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved