Investasi 2018 di Gresik Meningkat Drastis Sebesar Rp 6 Triliun

Nilai investasi 2018 di Kabupaten Gresik disebut naik mencapai Rp 48,34 triliun. Banyak investor yang mengembangkan usaha di kota pudak

Investasi 2018 di Gresik Meningkat Drastis Sebesar Rp 6 Triliun
SURYA/SUGIYONO
Pembangunan hotel di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo Kecamatan Kebomas sebagai salah satu pertumbuhan investasi yang baik di Kabupaten Gresik, Jumat (23/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM - Nilai investasi 2018 di Kabupaten Gresik disebut naik mencapai Rp 48,34 triliun.

Pendapatan itu lebih besar dibandingkan pada 2017 yang hanya Rp 42,34 triliun.

Kenaikannya pun mencapai angka Rp 6 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Mulyanto mengatakan, pembangunan infrastruktur serta stabilitas keamanan yang kondusif membuat investor banyak mengembangkan usaha di kota pudak.

(VIDEO: Warnai Laga Persebaya Vs Bhayangkara FC, Chant Wartawan Harus Baik Menggema di Stadion GBT)

(Bupati Magetan Suprawoto Larang Pegawainya Berikan Sembarangan Data ke Orang Tanpa Identitas Resmi)

Oleh karena itu, investasi tahun 2018 sebesar Rp 48,34 triliun sedangkan pada tahun 2017 sebesar Rp 42,34 triliun, sampai menjelang akhir tahun ini ada kenaikan sebesar Rp 6 triliun.

"Dari pencapaian satu semester saja realisasi tahun 2017 lalu sudah terlampaui. Kami perkirakan realisasi investasi ini bisa meningkat lebih dari 100 persen dari capaian tahun 2017,” kata Mulyanto, Senin (26/11/2018).

Mulyanto juga menyampaikan bahwa perkembangan perijinan yang masuk juga sebagai salah satu indikator adanya peningkatan investasi.

Walaupun ada penurunan, tapi jumlah pendapatan asli daerah (PAD) lebih besar tahun 2018.

"Sampai saat ini telah menerbitkan 5.274 izin. Jumlah ini lebih kecil dibanding tahun 2017 lalu yaitu ada 8.178 izin," imbuhnya.

(Lokasi Parkir Khusus Penyandang Disabilitas di Grand City Mall Surabaya)

(Ditimpa Banyak Masalah, Billy Syahputra Mimpi Alm Olga Syahputra Sampaikan 7 Pesan Penting Ini)

Penurunan pelayanan perizinan ini mulai Juni 2018, pengurusan perijinan harus sesuai Peraturan Pemerintah nomer 24 tahun 2018 tentang pelayanan perijinan berusaha terintegrasi secara elektronik.

Sehingga pemohon izin usaha harus betul-betul melengkapi berkas baru bisa keluar izinnya.

"Setiap pelaku usaha yang akan mengurus perijinan bisa melakukan pendaftaran secara elektronik. Mereka akan ditangani lembaga Online Single Submission (OSS). Selanjutnya mereka akan langsung mendapat nomer induk berusaha (NIB)," katanya.

Sampai hari ini Lembaga OSS telah menerbitkan 1.712 NIB.

Selanjutnya pohon izin usaha harus melengkapi komitmen yaitu berbagai berkas pendukung untuk mendapatkan izin.

Reporter: Surya/ M Sugiyono.

(Bupati Magetan Suprawoto Larang Pegawainya Berikan Sembarangan Data ke Orang Tanpa Identitas Resmi)

(Kunjungi Hongkong, Khofifah Ingin Dirikan Shelter Buruh Migran Jatim di Luar Negeri)

Penulis: Sugiyono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved