Usai Bermasalah dengan Pelatih Persela Aji Santoso, Pengusaha Aliong Kini Kembali Ditangkap Polisi

Setelah Bermasalah dengan Pelatih Persela Aji Santoso, Pengusaha Aliong Kini Kembali Keok dan Ditangkap Polisi.

Usai Bermasalah dengan Pelatih Persela Aji Santoso, Pengusaha Aliong Kini Kembali Ditangkap Polisi
TRIBUNJATIM/HAORRAHMAN
Pengusaha Banyuwangi Heriyanto alias Aliong (dua dari kiri) saat gelar perkara di Polres Banyuwangi, Kamis (29/11/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Setelah menjalani hukuman penjara karena bermasalah dengan pelatih Persela Lamongan Aji Santoso, pengusaha Banyuwangi Heriyanto alias Aliong, kembali bermasalah dengan hukum. Kali ini Aliong ditangkap polisi karena narkoba. 

Sebelumnya Aliong harus dipenjara, karena kasus yang melibatkan Aji Santoso. Aji melaporkan Aliong karena match fee terhadap tim besutan Aji, Garuda Allstar, tidak dibayarkan saat mengikuti turnamen sepakbola, Sunrise of Java (SoJ) Cup, di Banyuwangi, pada tahun 2015 lalu.

Saat itu, match fee sebesar Rp 200 juta yang menjadi hak tim Garuda Allstar, tidak dibayarkan oleh Aliong selaku penyelenggara SoJ Cup. Akibatnya, Aji melaporkan kasus tersebut, dan membuat Aliong dipenjara selama enam bulan.

Persela Lamongan vs Arema FC - Misi Aji Santoso Usung Misi Pertahankan Rekor Kandang yang Ciamik

Kecewa Kontraktor dan Uang Rp 610 Juta Tak Terbayar, Pemodal Bongkar Proyek Gedung SDN di Sidoarjo

Kali ini, Aliong ditangkap Satreskoba Polres Banyuwangi, karena kasus narkoba. Aliong ditangkap karena membawa tiga paket sabu-sabu dengan berat total 9,14 gram dan 10 butir ekstasi.

Aliong ditangkap di kawasan Kelurahan Klatak Banyuwangi, 27 November lalu.

"Tersangka kami tangkap usai melakukan transaksi narkoba," kata Kapolres Banyuwangi, AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi, Kamis (29/11/2018).

Dari Aliong, polisi lalu mengembangkan kasus tersebut dan menangkap dua tersangka lainnya, Aprinka Brian Bolista dan Ardian Noviyanto.

Husnia Tewas Usai Dilempar Bondet Orang Misterius di Pasuruan, Diduga Buntut Masalah Sama Suami Siri

Dari dua orang tersebut, polisi menemukan sabu-sabu seberat 97,43 gram dan 74 butir ekstasi. Dua tersangka ini mendapat narkotika tersebut dari seseorang bernama Sena Pratama, dengan modus ranjau.

"Dua tersangka ini mendapat barang tersebut dari seseorang yang saat ini berada di Lapas," kata Taufik.

Taufik mengatakan perputaran uang dari kasus ini sekitar Rp 200 juta.

Aliong dan dua tersangka tersebut dijerat dengan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat enam tahun atau 20 tahun, pidana seumur hidup atau pidana mati. (haorrahman)

16 Nama Tokoh Layak Maju Pilkada Surabaya 2020, Berikut Kapasitas dan Peta Politik Lengkap Versi SSC

Penulis: Haorrahman
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved