Kandungan Protein Rendah, SKM Disebut Hanya Cocok Dijadikan Toping Bukan Pengganti ASI

Karena itu, Kohar Hari Santoso meminta konsumen perlu periksa kemasan dengan memeriksa label dan nomor izin edar/produksi.

Kandungan Protein Rendah, SKM Disebut Hanya Cocok Dijadikan Toping Bukan Pengganti ASI
inovasee.com
susu kental manis 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kohar Hari Santoso menyatakan, susu kental manis (SKM) hanya cocok untuk topping bukan untuk pengganti ASI.

Karena itu, Kohar Hari Santoso meminta konsumen perlu periksa kemasan dengan memeriksa label dan nomor izin edar/produksi.

Menurut dia, saat ini bukan hanya gizi buruk yang sedang dihadapi di Indonesia, melainkan gizi ganda.

Karena hal tersebut, lebih banyak penyakit tidak menular daripada penyakit menular.  

Muslimat NU dan PC Muslimat NU Surabaya Minta Iklan SKM Dihapuskan dari Peredaran Iklan di TV

Penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung, stroke dan obesitas.

Penyakit tidak menular disebabkan karena salah pola konsumsi dan gaya hidup tidak sehat.

"Saya mengapresiasi kegiatan sosialisasi SKM bukan susu, karena ini sangat penting agar masyarakat bisa teredukasi," kata Kohar Hari Santoso saat materi diskusi bertajuk ‘Membangun Generasi Emas Indonesia 2045, Bijak menggunakan SKM’ di SMA Khadijah, Surabaya, yang digelar oleh YAICI bekerjasama dengan Muslimat NU, Senin (3/12/2018).

Sementara itu, Ketua Harian Yayasan Abhiparaya Insan Cendikia Indonesia (YAICI), Arif Hidayat menambahkan, adanya persepsi SKM merupakan susu difaktori iklan yang dibuat produsen mengkomunikasikan tentang SKM sebagai susu.

Samai Catatan Negatif Milomir Seslija, Masih Pantaskah Gomes Jadi Pelatih Madura United Musim Depan?

Iklan juga memvisualisasikan keluarga bahagia, anak yang lincah dan sehat, tengah minum SKM.

Pesan yang disampaikan pun, kata Arif Hidayat, SKM disebut minuman yang bernutrisi, bergizi, dan baik untuk pertumbuhan.

"Iklan SKM sebagai susu sudah ada sejak hampir seabad silam dan tertanam kuat di benak masyarakat Indonesia sebagai susu bernutrisi," ujar Arif Hidayat.

2 Penari Striptis Diciduk Ditreskrimum Polda Jatim Saat Lagi Show di Karaoke Kota Blitar

Padahal, lanjut Arif, kandungan SKM yang diproduksi di Indonesia protein 2,3 persen lebih rendah dari ketentuan BPOM 6,5 persen, dan ketentuan WHO 6,9 persen.

Begitupun kandungan gulanya yang lebih tinggi yakni di atas 50 persen, padahal WHO mensyaratkan 20 persen.

"Jadi kalau minum SKM, bukan minum susu, tapi minum gula rasa susu," jelasnya.

Gesah Bareng, 3 Ormas Islam di Banyuwangi Saling Silaturahmi, Ini yang Dibahas

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Ayu Mufihdah KS
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved