KRPK Berkomentar Soal Patung Bung Karno di Blitar: 'Kalau Tidak Mirip, Untuk Apa Dipasang?'

Patung Bung Karno yang tidak mirip dengan sang proklamator membuat sejumlah pihak angkat bicara, termasuk LSM Komite Rakyat Pemberantasan korupsi

KRPK Berkomentar Soal Patung Bung Karno di Blitar: 'Kalau Tidak Mirip, Untuk Apa Dipasang?'
TRIBUNJATIM/IMAM TAUFIQ
Patung Bung Karno, yang baru dipasang di halaman Kantor Pemkab Blitar yang baru, dipersoalkan DPRD dan diminta untuk dibongkar. 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Baru didirikan tiga bulan, Patung Bung Karno di halaman Pemkab Blitar diminta dewan agar segera diturunkan.

Patung Bung Karno di halaman Pemkab Blitar itu, dinilai punya struktur wajah yang tidak mirip sang proklamator, dan tidak sebanding dengan harga uang APBD senilai Rp 1,7 M.

Selain dinilai memalukan Pemkab Blitar, pembangunan patung itu dinilai juga melukai hati warga Kabupaten Blitar

Siapa sangka, keinginan dewan itu didukung M Trianto, koordinator LSM Komite Rakyat Pemberantasan Korupsi (KRPK).

(Minho SHINee Dilarikan ke Rumah Sakit usai Alami Kecelakaan saat Shooting Film Jangsa-ri 9.15)

(Tak Hanya Febri Hariyadi, Mario Gomez Juga Marahi Pemain Persib Lainnya usai Imbang di Lamongan)

"Kami sebagai warga Kabupaten Blitar sangat kecewa. Bung Karno itu bapak bangsa, yang ketokohannya harus kita junjung tinggi. Namun, kalau patungnya saja nggak ada kemiripan seperti itu, buat apa dipasang, kan sama dengan merendahkannya," kata Trianto, Minggu (2/12).

Kalau pemkab tak percaya, papar dia, ya wajar karena yang punya proyek, apalagi anggarannya tak kecil.

Namun, silakan diamati dengan seksama, patung itu mirip siapa, kan nggak jelas.

Terkecuali, orang itu membaca tulisan nama Bung Karno, yang di bawah patung itu, baru tahu kalau itu patung bapak Proklamator.

"Kami juga heran, kok bisa proyek sebesar itu (Rp 1,7 miliar), dikerjakan tak memuaskan. Mungkin saja karena sudah molor lama, sehingga dikerjakan asal-asalan. Padahal, patung Bung Karno yang dibuat Pemkot Blitar dua tahun lalu dengan anggaran yang sama, toh hasilnya sangat memuaskan atau jauh lebih baik," ucap Trianto. 

(Tak Hanya Febri Hariyadi, Mario Gomez Juga Marahi Pemain Persib Lainnya usai Imbang di Lamongan)

(Polisi Pasang Police Line di Tempat Karaoke Maxi Brillian Kota Blitar Usai Penggerebekan)

Bila tak ada solusi atas kasus itu, Trianto mengaku akan melaporkan masalah ini ke penegak hukum.

Sebab, proyek itu dinilai tak hanya mengecewakan semua pihak, khusus rakyat Kabupaten Blitar, namun juga bisa dibilang telah melecehkan sejarah.

"Bagaimana jika mantan bupati atau mantan presiden itu dibuatkan patung namun wajahya nggak mirip. Kan, keluarganya pasti nggak terima. Namun, karena ini menimpa Bung Karno, maka rakyat lah yang protes," ujarnya.

Sementara, Mujib, anggota dewan yang protes pertama kali atas patung itu, meminta agar pemkab secepatnya menurunkannya.

Sebab, semakin lama tak diturunkan atau ditutup terpal, maka itu akan makin memancing aksi protes dari elemen masyarakat.

"Kami juga menyayangkan, mengapa sebelum patung itu dipasang, tak dikomunikasikan dulu dengan ahli warisnya (anak cucunya). Misalnya, jika tak ada kemiripan seperti itu, kan diberi tahu sebelum dipasang sehingga tak sampai jadi pembicaraan warga," ungkap anggota dewan dari Gerindra ini.

Reporter: Surya/Imam Taufiq

(Polisi Pasang Police Line di Tempat Karaoke Maxi Brillian Kota Blitar Usai Penggerebekan)

(5 Film Indonesia yang Tayang di Bioskop Desember 2018, Mulai Horor hingga Komedi)

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved