Puluhan Kades di Situbondo Ngeluruk ke Kantor Bupati Situbondo

Puluhan perwakilan Kepala Desa yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Desa Republik Indonesia, Kabupaten Situbondo, ngeluruk ke Kantor Pemkab

Puluhan Kades di Situbondo Ngeluruk ke Kantor Bupati Situbondo
iziihartono/surya
Puluhan kepala desa saat ditemui Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto di ruang Intellegency Room Pemkab Situbondo. 

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Puluhan perwakilan Kepala Desa yang tergabung dalamAsosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Kabupaten Situbondo, ngeluruk ke Kantor Pemkab Situbondo, Senin (03/12/2018)

Kedatangan Puluhan perwakilan Kepala Desa ke Kantor Pemkab Situbondo untuk menemui Bupati Situbondp meminta penjelasan terkait Peraturan Bupati masalah pengelolaan tanah kas desa. Bahkan, para kepala desa menilai Perbub tanah kas desa tidak memihak terhadap otonomi desa.

Puluhan perwakilan Kepala Desa ditemui langsung Bupati Situbondo, Dadang Wigiarto, Wakil Bupati, Yoyok Mulyadi dan Kadis Pemerintahan Desa, Suraji di ruang Intellegency Room Pemkab Situbondo.

Namun pertemuan yang sempat menghangat sontak berubah saat Bupati Dadang Wigiarto menjelaskan sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri yang dituangkan melalui Peraturan Bupati ( Perbub) bahwa1 pengelolaan tanah kas desa tidak hanya bisa disewakan dengan melalui proses lelang.

Sarwendah Cerita Baru Pertama Kali Buka Dompet Ruben Onsu, Ngaku Terharu Saat Lihat Isinya

Melainkan ada beberapa cara lain untuk mengelola tanah kas desa untuk kepentingan kejahteraan perangkat dan masyarakat tersebut.

Diantaranya, pihak desa dapat mengelola tanah kas desa sendiri dan dapat  bekerjasama dengan masyarakat.

KetuaAsosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Situbondo, H Juharto SH mengatakan, membantah kalau kepala desa itu ngeluruk, melainkan hanya untuk melakukan rapat bersama dengan bupati Situbondo.

" Ya masalah TKD, Silta dan BKD serta Bumdes saja," ujar H Juharto kepada TribunJatim.com.

Dikatakan, para kepala desa hanya menanyakan proses TKD, namun setelah dijelaskan ada empat pemahaman terkait pengelolaan TKD.

Detik-detik Wafatnya Soekarno, Ucapkan 1 Kata, Bung Karno Tak Mampu Tuntaskan Kalimat Terakhirnya

" Selama ini yang muncul hanya TKD dilelang lelang saja. Padahal ternyata ada kerja sama dan bagi hasil juga ada. Intinya kita hanya klarifikasi bagaimana terbaik untuk Situbondo ," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Izi Hartono
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved