Tak Bisa Jalan Usai Kecelakaan, Pria di Blitar ini Pilih Pekerjaan Membahayakan Untuk Mengais Rejeki

Tak Bisa Berjalan Usai Kecelakaan, Pria di Blitar ini Pilih Pekerjaan Membahayakan Untuk Mengais Rejeki.

Tak Bisa Jalan Usai Kecelakaan, Pria di Blitar ini Pilih Pekerjaan Membahayakan Untuk Mengais Rejeki
TRIBUNJATIM/IMAM TAUFIQ
Indra Gunawan (kanan) pengedar Pil Dobel L saat di Polres Blitar, Senin (3/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Semangat kerja Indra Gunawan (32), bapak satu anak asal Kelurahan/Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar sungguh luar biasa. Meski kakinya di-pen akibat kecelakaan dari sepeda motornya, namun ia tetap bekerja keras, untuk menghidupi keluarganya.

Namun sayangnya, pekerjaan yang ditekuni dia itu merusak dan membahayakan masa depan orang lain. Yakni, ia berjualan pil dobel L (pil gedek). Itu dilakukan dengan dalih, karena dirinya tak bisa kerja berat setelah mengalami kecelakaan dua bulan lalu. Bahkan, untuk berjalan kaki, ia harus dibantu kruk (alat bantu jalan).

Akhirnya, dua bulan menjalani jualan pil Dobel L, aksinya itu tercium petugas. Minggu (2/12/2018) malam kemarin, ia ditangkap di rumahnya saat menunggu pembeli.

Pejabat Rumah Sakit di Malang Selingkuhi Stafnya, Suami Curiga dan Aib Kasusnya Terbongkar ke Publik

Dari tangan pelaku, disita dua paket dengan masing-masing paket berisi lima butir atau senilai Rp 12.000. Itu berarti per butirnya dihargai Rp 2.500 karena merupakan paket hemat.

"Saat ia, kami amankan, barang itu kami temukan di bawah tempat tidur (kasur)," kata AKP Didik Suhardi, Kasat Reskrim Polres Blitar, Senin (3/12/2018).

Begitu ia diamankan, menurut Didik, petugas sempat kaget karena tak menyangka kalau orang yang diburunya itu tidak bisa berjalan. Itu diketahui saat disuruh berdiri, ternyata ia mencari kruknya. Rupanya, kaki kanannya di-pen karena habis kecelakaan.

Sukses Curi HP Oppo F7 di Lapangan Futsal, Pemuda di Blitar ini Ketangkap Gara-gara Kelaparan

Kepada petugas, ia mengaku nekat berjualan pil dobel L itu buat menyambung hidup karena tak bisa bekerja lagi. Untuk mendapatkan barang, ia dikirim dari temannya, Sujiantoro (37), warga. Desa Jatintengah, Kecamatan Selopuro atau berjarak sekitar 7 km dari rumah Indra.

"Setelah menangkap Indra, berikutnya kami mendatangi rumah Sujiantoro, dan langsung kami amankan. Ia merupakan pengepul," papar Didik.

Dari tangan Sujiantoro, petugas mengamankan 45 paket dengan masing-masing paket berisi 10 butir. Itu dijual Rp 20 ribu ke pengecer seperti Indra. Oleh pengecer, itu dijual lagi Rp 25 ribu sehingga dapat untung Rp 5.000 per paket.

Ngaku Intel & Janji Nikahi Gadis, Polisi Gadungan Ini Tipu Guru di Madiun Hingga Ratusan Juta Rupiah

"Untuk berapa keuntungan dia (Sujiantoro), itu masih kami tanyakan. Katanya, ia mendapatkan barang dari pemasok di Jawa Tengah. Caranya, barang itu dikirim melalui jasa paket," ungkapnya.

Kebanyakan pelanggan mereka itu, tambah Didik, rata-rata para sopir. Entah buat dopping atau stamina, itu jadi pangsa pasar para pengedar pil gedek. (Imam Taufiq)

Mabuk, Pengemudi Ford Asal Graha Family Ciptakan Horor Bak Film Action di Jln Pasar Kembang Surabaya

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved