Kasusnya Dinilai Kadaluarsa, Kakek 88 Tahun di Situbondo Jadi Terdakwa Penyerobotan Tanah 13 Hektar

Kasusnya Dinilai Kadaluarsa, Kakek 88 Tahun di Situbondo Jadi Terdakwa Penyerobotan Tanah Tambak 13 Hektar.

Kasusnya Dinilai Kadaluarsa, Kakek 88 Tahun di Situbondo Jadi Terdakwa Penyerobotan Tanah 13 Hektar
TRIBUNJATIM/IZI HARTONO
Terdakwa H Salman saat akan menuju ruang persidangan di PN Situbondo, Selasa (4/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Sidang lanjutan dengan terdakwa H Salman, warga Dusun Karanggedang, Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, kembali digelar di PN Situbondo, Selasa (04/12/2018).

Kakek berusia 88 tahun tersebut, dijadikan terdakwa kasus dugaan penyerobotan atau penguasaan tanah tambak seluas 13 hektar oleh pihak PT Situbondo Refinary Industri (SRI).

Sidang yang dipimpin ketua Majelis Hakim, Toetik Ernawati dengan agenda pembacaan replik atau keberatan oleh kuasa hukum terdakwa Salam.

Kakek 88 Tahun di Situbondo Didakwa Serobot Tanah 13 Hektare Milik PT Situbondo Refinary Industri

Kuasa hukum terdakwa Salman, Yudistira Nugroho mengatakan, dalam sidang eksepsi ini ada dua pokok masalah yang menjadi keberatan.

Yakni, kasusnya kadaluarsa sejak dari penguasaan dan pelaporan itu sudah lebih 12 tahun.

"Jadi menurut kami itu kasusnya sudah kadaluarsa," tegas Yudistira Nugroho kepada Surya (Tribunjatim.com Network) usai sidang di PN Situbondo.

Selain itu, lanjut Yudistira, kasunya juga mengandung prayudisial, dengan artian perkara terdahulu yakni perdata masih berjalan.

Sandiaga Uno Kunjungi Lamongan, ASN dan GTT Pada Curhat: Selama ini Kami Hanya Jadi Korban Perasaan

"Ya harus satu-satu dulu dan jangan sampai tumpang tindih perdata dengan pidana," tandasnya.

Untuk itu, pihaknya berharap ada kejelasan siapa pemiliknya tanah tambak tersebut.

"Sudut pandang kuasa hukum dengan Jaksa berbeda, akan tetapi kata kami ini dipaksakan. Yang jelas di KUHAP sudah jelas, ketika upaya perdata masih berjalan setidaknya upaya lain yaitu pidana harua dipending terlebih dulu. Siapa sih pemilik sebenarnya, baru bisa ditindak lanjuti ke perkara lain," jelasnya.

Pejabat Rumah Sakit di Malang Selingkuhi Stafnya, Suami Curiga dan Aib Kasusnya Terbongkar ke Publik

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum Handoko mengatakan, pihaknya akan menanggapi eksepsi kuasa hukum terdakwa minggu depan.

"Ya kita akan menanggapi Minggu depan," tegas Handoko. (izi hartono)

Penulis: Izi Hartono
Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved