Terkait Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila, BPIP Sebut Pancasila Bukan untuk Dihafalkan

Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP) terus menggodok rencana penguatan materi Pancasila pada kurikulum di sekolah.

Terkait Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila, BPIP Sebut Pancasila Bukan untuk Dihafalkan
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Plt Kepala BPIP, Haryono (dua dari kanan) dan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo (dua dari kiri), usai Seminar Internasional Pancasila, di Hotel Shangri-La, Jalan Mayjen Sungkono Surabaya, Senin (3/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP) terus menggodok rencana penguatan materi Pancasila pada kurikulum di sekolah bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI).

Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Haryono mengatakan, rencana tersebut dibuat karena saat ini BPIP dan Kemendikbud menilai materi Pancasila belum dikembangkan secara sistematis.

"Aspek-aspek pancasila khususnya aspek moral dan budi pekerti ini belum dominan, sehingga teman-teman Kemendikbud ingin pelajaran Pancasila ini dikembalikan kembali," kata Haryono saat ditemui usai Seminar Internasional Pancasila, di Hotel Shangri-La, Jalan Mayjen Sungkono Surabaya, Senin (3/12/2018).

Dinas Pendidikan Kota Mojokerto akan Tambah Fasilitas dan Guru Pendamping untuk Siswa Inklusi

Hadiri Peringatan Maulid Nabi dan Hari Pahlawan, Habib Luthfi Ingatkan Persatuan dan Kesatuan NKRI

BPIP bersama Kemendikbud juga mendiskusikan tentang kemungkinan kembali dibentuknya mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP).

"Tapi kendalanya kalau berdiri sendiri perlu waktu yang agak panjang karena harus ada perubahan nomenklatur serta perubahan kurikulum itu kan butuh waktu yang agak lama," ucap Haryono.

Untuk itu, salah satu alternatif yang akan BPIP dan Kemendikbud rencanakan adalah penekanan pada substansi dari pendidikan moral Pancasila.

5 Tempat Wisata di Jawa Timur yang Bisa Jadi Pilihan Habiskan Waktu Libur, Pantai sampai Kawah Ada!

Solusi Pakde Karwo Atasi Konflik Mahasiswa Papua: Asrama Jangan Diisi Penghuni Satu Kelompok Saja

"Kemudian untuk masalah delivery metodologi pelajarannya itu nanti akan kita lakukan secara kontekstual dan lebih bermakna. Karena selama ini materi Pancasila cenderung dianggap membosankan dan kurang membekas pada pikiran dan pribadi anak-anak didiknya," lanjutnya.

Salah satu metodologi yang diubah adalah dengan mengajak anak didik merefleksi bagaimana di kehidupan sehari-harinya dan tidak hanya melulu soal hafalan materi.

Mahasiswa Papua Tolak Tawaran Fasilitas Pemulangan dari Pemkot Surabaya

Kebakaran Gedung Universitas Darul Ulum Jombang, Polisi Tunggu Tim Labfor Polda Jatim

"Dalam kehidupan sehari-hari anak didik itu sudah ada nilai-nilai Pancasila sebenarnya, namun belum ditekankan. Jadi pengetahuan bukan berasal dari luar tapi adalah dari dialog dengan hati kita, dari situ pengetahuan bukan berhenti di hafalan tapi bisa menjadi referensi dalam berperilaku," pungkasnya.

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved