Kepala DJP Jatim II Sebut Minimalisir Pertemuan Wajib Pajak dengan Pegawai Bisa Cegah Korupsi

Neilmaldrin Noor bersama semua pegawai DJP Jatim II dan KPP Madya Sidoarjo menggelar acara deklarasi bersama untuk memerangi korupsi.

Kepala DJP Jatim II Sebut Minimalisir Pertemuan Wajib Pajak dengan Pegawai Bisa Cegah Korupsi
SURYA/M TAUFIK
Kepala Kanwil DJP Jatim II, Neilmaldrin Noor bersama semua pegawainya saat membaca deklarasi Anti Korupsi di acara Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Kanwil DJP Jatim II, Rabu (5/12/2018). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Alasan kebutuhan, keserakahan, dan peluang atau kesempatan merupakan tiga faktor utama penyebab terjadinya korupsi.

Di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP), potensi paling rawan adalah peluang atau kesempatan.

"Alasan kebutuhan saya kira sudah tidak, karena pendapatan teman-teman sudah bisa dibilang cukup untuk memenuhi kebutuhan layak. Yang perlu diwaspadai adalah peluang atau kesempatan," kata Kepala DJP Jatim II, Neilmaldrin Noor di sela acara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Rabu (5/12/2018).

Perjalanan DJP Jatim II Jadi Kanwil Terbaik Kemenkeu, Kerja Sampai Malam hingga Menginap di Kantor

Pengerjaan Proyek Tidak Sesuai Waktu, Sejumlah Kontraktor Terancam Di-blacklist Dinas PUPR Sidoarjo

Dalam acara yang digelar di Kanwil DJP Jatim II itu, Neilmaldrin Noor bersama semua pegawai DJP Jatim II dan KPP Madya Sidoarjo menggelar acara deklarasi bersama untuk memerangi korupsi.

Menurutnya, deklarasi itu sebagai simbol komitmen dan kebulatan tekad bersama untuk melawan dan membentengi diri dari perilaku koruptif.

Terkait besarnya potensi korupsi bagi pegawai pajak karena alasan kesempatan, DJP sudah menerapkan berbagai sistem online dalam pelayanannya.

Buka Jasa Pembuatan Dokumen Palsu, Mantan ASN Asal Sidoarjo Diamankan Polda Jatim

Prediksi Susunan Pemain Manchester United Vs Arsenal, Setan Merah Tak Bisa Turunkan Line-up Terbaik

"Semakin kecil peluang bertemu wajib pajak (WP) semakin kecil pula peluang pegawai pajak untuk melakukan korupsi," lanjut Neil, panggilan Neilmaldrin Noor.

Selain bermanfaat untuk menekan korupsi, sistem online juga bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan atau mempermudah WP menjalankan kewajibannya.

"Tak hanya itu, dalam rangka memerangi praktik korupsi, kami di DJP Jatim II juga membangun budaya saling mengingatkan. Agar jangan sampai orang-orang di sekitar kita terjerat atau terpengaruh iming-iming untuk bertindak koruptif," urainya.

Petugas Gabungan Gerebek RPH Yang Dijadikan Penggelonggongan Sapi di Balongbendo Sidoarjo

Manchester United Vs Arsenal, Jose Mourinho Enggan Buka Suara soal Skuat Setan Merah

Pada kesempatan ini, Neilmaldrin Noor juga sempat menyampaikan progres kinerja DJP Jatim II memasuki bulan terakhir tahun 2018 saat berbincang dengan Surya (TribunJatim.com Network).

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved