Nasib Penyuluh Agama di Madiun, 10 Tahun Mengabdi Sebulan Cuma Digaji Rp 500 ribu

Seperti yang dijalani oleh Supriyadi (33) warga Desa Sambirejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Pria yang akrab disapa Supri ini merupakan satu

Nasib Penyuluh Agama di Madiun, 10 Tahun Mengabdi Sebulan Cuma Digaji Rp 500 ribu
(Surya/Rahadian bagus)
Supriyadi (33) warga Desa Sambirejo, Kecamatan Geger Kabupaten Madiun yang sudah sepuluh tahun menjadi Penyuluh Agama Islam saat mengikuti Jambore PAI 2018. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Nasib para penyuluh agama sebagai ujung tombak Kementrian Agama masih sangat memprihatinkan.

Padahal mereka mempunyai tugas yang tidak ringan, untuk meningkatkan iman dan memperbaiki akhlaq masyarakat.

Para penyuluh agama ini bertugas untuk memberikan penyuluhan tentang kerukunan, berantas buta Alquran, radikalisme, pengentasan atau pencegahan narkoba, dan penyuluh produk halal. Dengan tanggungjawab seperti itu, mereka hanya diupah Rp 500 ribu per bulan.

Seperti yang dijalani oleh Supriyadi (33) warga Desa Sambirejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.

Pria yang akrab disapa Supri ini merupakan satu di antara ratusan penyuluh agama Islam di Kabupaten Madiun.

Ayah satu anak ini mengaku sudah sepuluh tahun bekerja sebagai penyuluh agama untuk kategorisasi bidang zakar dan berantas buta Al Quran. Sarjana pendidikan Islam lulusan STAIN Magetan ini hanya mendapat upah Rp 500 ribu per bulan.

Artis VV hingga NR Diendorse Kosmetik Oplosan Asal Kediri, Tarifnya hingga Rp 15 Juta Per Minggu

Uang tersebut ia gunakan untuk membiayai kebutuhan hidupnya sehari-hari, bersama istrinya Nurul Hidayah (31) dan putrinya Yang masih balita, Nihayatul Khusna (3,5).

Meski hanya bergaji Rp 500 ribu per bulan, namun Supri menjalani pekerjaanya dengan iklhas. Apalagi, ia mengalami gangguan penglihatan, sehingga tidak banyak pilihan pekerjaan yang dapat ia jalani.

Supri mengaku mengalami gangguan penglihatan sejak kecil. Jarak pandangnya kurang lebih hanya sekitar lima meter, sehingga tak jarang ia kerap jatuh tersungkur atau menabrak saat di perjalanan ke lokasi tempat ia melakukan penyuluhan.

"Ya sering (jatuh), pernag waktu itu hujan-hujan, saya masuk ke parit sawah," katanya saat ditemui di acara Jambore Penyuluh Agama Islam di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Madiun, Jalan Panglima Sudirman no 12, Kronggahan, Mejayan, Rabu (5/12/2018) siang.

Halaman
123
Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved